Polisi Lidik Tumpahnya 7.000 Ton Batu Bara di Pantai Selatan Pandeglang
LayarBerita, Pandeglang Kejadian tumpahnya 7.000 ton batu bara di Perairan Pesisir Pantai Selatan, Cicadas Kabupaten Padeglang Banten menjadi salah satu perhatian jajaran Polda Banten. Terkait hal ini polisi telah melakukan pemanggilan beberapa pihak untuk mendalami kejadian tersebut.
Kepala Satuan Polair Polres Pandeglang, Iptu David menyampaikan, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap beberapa pihak untuk mendalami kasus itu.
“Penyelidikan dilakukan untuk lidik investigasi penyebab kecelakaan, apakah faktor Human Error atau dampak alam,” ungkap Kasat Polair Polres Pandeglang, dilansir tribratanews.polri.go.id.
Menyelidiki kasus ini, Polres Pandeglang juga menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten, guna membantu mengecek dampak pencemaran lingkungan atas kejadian tersebut.
“Untuk mengetahui dampak pencemaran, langkahnya kita akan ngambil sampel di laut untuk dicek di lab. Kalau ada dampak pencemaran, kita akan tindak lanjut,” terangnya.
Diketahui sebelumnya, telah terjadi tumpahnya batu bara sebanyak 7.000 ton dari tongkang Kapal Alfina Nautika 25 di perairan pesisir Pantai Selatan, Cicadas, Kabupaten Pandeglang, Banten. Batu bara tersebut sebelumnya direncanakan digunakan sebagai bahan bakar oleh pihak PLTU Labuan. [tribrata]

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda