Wakil ketua Komisi VII Dewan Perkilan Rakyat Aceh (DPRA) Tgk Musannif
LayarBerita, Banda Aceh – Paska insiden dugaan pencabulan terhadap belasan Santriwan yang melibatkan oknum  guru dan Pimpinan Pesantren Annahla. Tentunya hal ini dapat mencoreng nama baik lembaga pendidikan Agama.  Saat ini kedua tersangka berinisial AI (45) dan MY (26) sudah ditahan sedang disidik oleh penyidik Polres Lhokseumawe.
Wakil ketua Komisi VII Dewan Perkilan Rakyat Aceh (DPRA) Tgk Musannif menegaskan, nama baik lembaga pendidikan agama di Aceh mulai dihancukan dan tercoreng akibat ulah oknum ustaz (MY) dan Pimpinan Pesantren Annahla (AI). Pasalnya aksi bejat yang dilakukan kedua tersangka itu mulai marak dibicarakan oleh publik di Aceh hingga nasional.
“Komisi VII akan mengelar rapat dan membahas sekaligus memberikan pendidikan peringatan dan informasi, supaya tidak terulang terjadi,” tegasnya, Minggu, (14/7/2019).
Dia menjelaskan, perbuatan tindak asusila itu tidak hanya terjadi di pondok pesantren di Aceh, tetapi terjadi juga di lembaga lain atau di luar Islam. Namun ekses itu sangat disayangkan, artinya sejumlah aliran islam liberal mudah masuk ke Aceh, juga orang kafir-kafir akan senang.
“Yang senang kasus dengan ini hanyalah orang-orang kafir dan liberal, kemudian dijadikan sebagai berita secara nasional, waktunya untuk “membunuh” pasantren,” ungkapnya
Kejadian ini menjadi cambuk untuk pimpinan pesantren atau pengelola pesantren. Tetapi para  pengelola lembaga tersebut harus hati-hati, sehingga tidak akan berulang lagi kejadian yang sama.
“Kejadian ini bukan tidak ada, tapi ada. Jadi harus hati-hati,” pungkasnya. [Kan]

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda