Diduga cabuli 15 Santriwan, 2 Ustaz Pesantren Annahla Ditangkap Polisi
LayarBerita, Lhokseumawe –  Terkait pemberitaan yang mendera pimpinan dan seorang guru pesantren sebegai terduga pencabulan terhadap sejumlah santri pria.  Kuasa Hukum kedua tersangka mengatakan kalau pihaknya menghormat proses hukum yang dilakukan pihak kepolisian. Namun dirinya meminta agar semua pihak menjunjung asas praduga tidak bersalah, sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht).
“Mari Kita (semua pihak) agar dapat menjunjung azas praduga tak bersalah.  Belum tentu semua isu yang beredar itu benar, tapi nanti di dalam sidang akan dibuktikan,” ujar Armia SH kuasa hukum kedua tersangka pelecehan seksual terhadap santri di Pesantren Annahla LHokseumawe, kepada layarberita.com, Sabtu (13/7/2019).
Menurut Armia, pihaknya menghormati proses hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Namun diharapkan agar aparat tetap profesional, proporsional dan prosedural dalam penanganan perkara tersebut.
“Di sini kami juga mempertanyakan, apakah ada hasil visum fisik terhadap orang-orang yang diduga sebagai korban? Tanya Armia.
Menyangkut pemberitaan ada 15 orang yang menjadi korban, kita bukan membantah, tapi mempertanyakan itu dasarnya dari mana, sebab yang kita tahu bahwa yang telah ditetapkan sebagai korban adalah 5 orang santri.
Selain itu, sambungnya, menyangkut SK Pembekuan Yayasan kita melihat ada kejanggalan, karena yang mengeluarkannya adalah Camat. Sementara izin yayasan itu sendiri dikeluarkan oleh Menkumham dan izin operasional pendidikan dikeluarkan oleh dinas pendidikan.
“Kita apresiasi kepada pemerintah, namun kita harapkan agar lembaga pendidikan dapat tetap beroperasi sebagaimana mestinya,” ujar Armia.
Di akhir pernyataan, sebagai kuasa hukum, dirinya mengharapkan kepada semua pihak agar berhati-hati. Supaya jangan sampai pemberitaan kasus ini mendiskreditkan yayasan tersebut atau lembaga pendidikan pada umumnya. Apalagi kalau sampai mendiskreditkan pesantren atau dayah, itu yang tidak disetujui pihaknya.
Seperti diketahui, sebelumnya penyidik Polres Lhokseumawe telah menetapkan AI dan MY sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap sejumlah santri.  Kini kedua tersangka telah ditahan di Polres Lhokseumawe untuk proses hukum lebih lanjut.
Sementara itu, tim investigasi Pemko Lhokseumawe juga telah terbentuk untuk menindak lanjuti persoalan tersebut.  Bahkan telah mengeluarkan keputusan untuk membekukan operasional sementara kegiatan belajar mengajar di pesantren tersebut. [red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda