BEM UNimal Kritisi KInerja Walikota Lhokseumawe
LayarBerita, Lhokseumawe –  Dua tahun lalu, tepatnya tanggal 12 Juli 2017, pasangan Walikota/Wakil Walikota, Suaidi Yahya – Yusuf Muhammad dilantik. Hari ini usia kepemimpinan keduanya telah genap dua tahun sejak awal dilantik. Namun dinilai masih banyak permasalahan yang belum diselesaikan oleh keduanya.
Ketua BEM FH Unimal, Muhammad Fadli mengatakan, sejauh ini Lhokseumawe masih belum terbenahi dengan baik. Masih sangat banyak permasalahan yang harus diselesaikan. Padahal kepemimpinan Saidi Yahta sebagai walikota sudah memasuki periode kedua.
“Pemimpin seharus menjadi representasi dari rakyatnya, jangan selalu berpikiran opurtunis,” ucap Muhammad Fadli melalui rilis yang dikirm ke layarberita.com.
Saat ini, sambungnya, Lhokseumawe sebagai kota dengan juara kedua se-Aceh banyaknya pengganguran dengan jumlah 10,51 persen.  Selain itu permasalahan terkait kemiskinan masyarakat, masih belum memberikan perubahan yang signifikan.
Bukan itu saja, banyak proyek yang terbengkalai, seperti pasar terpadu Lhokseumawe, yang menghabiskan anggaran miliran rupiah dan masih banyak proyek lainnya yang bernasib sama.
Hakiki H.Limbong Waketum BEM FH Unimal mengatakan sangat miris melihat permasalahan-permasalahan tersebut. Mengingat kondisi ini yang sangat dirugikan adalah rakyat atau masyarakat pada umumnya.
“Seharusnya pemimpin memikirkan kesejahteraan dan ketentraman. Namun malah sebaliknya, memberikan beban kepada masyarakat.  Mungkin ini dampak dari sudah lama Pemko Lhokseumawe tidak di demo.  Makanya Pemko bersikap santai dan nyaman dengan permasalahan yang ada. Ke depan ini tentu harus dievaluasi, jangan sampai selalu rakyat yang menjadi korban,” tegasnya.
Dengan kondisi ini, BEM FH UNIMAL menilai kalau Kota Lhokseumawe seakan tanpa ada pemimpin. Mungkin, menurut M Fadli, extra parliamentary harus digunakan untuk menyadarkan mereka yang ‘terlelap tidur’. [rel]

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda