Pelaku Pencabulan Santri Terancam 90 Kali Cambuk
LayarBerita, Lhokseumawe – Penyidik Polres Lhokseumawe telah menetapkan 2 orang tersangka pencabulan terhadap santri di Pesantren Annahla, Lhokseumawe. Ternyata perlakuan bejat tersebut telah dilakukan sejak September 2018 lalu.  Pelaku kini ditangkap dan sedang menjalani pemeriksaan dan dijerat melanggar Pasal 47 Qanun Aceh tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta dalam konferensi pers, Kamis (11/7/2019)  kepada wartawan mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait laporan adanya dugaan pelecehan terhadap santri yang dilakukan oleh pimpinan pesantren dan salah seorang ustaz di pesantren tersebut.
Keduanya, yakni AI (45) dan MY (26) telah ditahan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Pelaku sendiri menurut keterangan Kapolres Lhokseumawe, melakukan pencabulan terhadap santrinya dilakukan berulang kali.  Modus aksi yang dilakukan dengan cara meminta membersihkan ruangan atau kamar pimpinan hingga meminta memijat kepala.
Perlakuan tersangka kepada korban, diminta untuk melakukan oral seks dan masturbasi.  Aksi pelau memang tidak di bawah ancaman, tapi semacam ‘doktrin’ dan rayuan yang dilakukan oleh pelaku. Sejauh ini sudah 15 santri yang diduga menjadi korban aksi bejat kedua pelaku.
“Kedua pelaku kita jerat dengan Pasal 47 Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayat.  Adapun ancamannya hukuman cambuk paling banyak 90 kali, atau denda paling banyak 900 gram emas atau penjara paling lama 90 bulan,” terang Kapolres Lhokseumawe.
Sambung Kapolres,sejauh ini baru 5 santri yang menjadi korban telah dilakukan pemeriksaan menyeluruh.  Sementara ini diketahui ada sekitar 15 santri yang telah menjadi korban dari kedua pelaku.  Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya, HP dan minyak zaitu yang biasa dipakai untuk memijat. [red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda