Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib. (layarberita.com)
LayarBerita, Aceh Utara – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Aceh Utara – Kota Lhokseumawe menilai Pemeritahan Aceh Utara di bawah kepemimpinan  Muhammad Thaib – Fauzi Yusuf masih terjebak rutinitas, sehingga Bersemi jilid II diniali belum Efektif.
Ketua HMI, M Atar menilai, program uggulan yang tertuang dalam visi – misi Cek Mad dan Sidom Peng yang dapat menjawab permasalahan masyarakat Aceh Utara, ternyata berbanding terbalik yang terjadi di lapangan. Sejauh ini kemiskinan dan daya beli masyarakat masih menjadi problem utama di Tanah Samudera Pasai.
Lanjutnya, belum lagi masalah aset dengan Pemerintahan Kota Lhokseumawe, pemindahan kantor admistrasi pemerintah ke Lhoksukon, yang sampai saat ini belum terealisasi. Pembangunan Irigasi Pirak Timu, dan temuan BPK terkait pembinaan terhadap pemeritahan desa yang belum maksimal dilaksanakan oleh Pemerintahan Aceh Utara.
“Dua tahun Bersemi II dua, Cek Mad sebagai Top Leader harusnya mampu mengefesiensi  waktu yang tersisa untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam masyarakat,” ujar M Atar.
Sejauh ini, HMI juga melihat bahwa peran SKPK yang belum maksimal. Seharusnya SKPK lebih Proaktif untuk membantu Bupati Aceh Utara dalam mewujudkan Bersemi jilid II, karena ujung tobak pemerintahan terdapat pada ASN dan partisipasi masyarakat. Sehingga Aceh Utara dapat menjadi kabupaten yang maju.
“Jika SKPK tidak Proaktif, terkesan hanya makan gaji buta, sungguh kita tidak ingin stigma ini terbangun di tengah masyarakat,” ucapnya kepadakepada layarberita.com yang dikirim melalui rilis, Rabu (10/7/2019).
Lalu yang paling penting, sambungnya, HMI perlu menyampaikan ada baiknya di 2 tahun Bersemi jilid II, benar-benar bekerja untuk rakyat. Tapi sejauh ini belum maksimal dan masih terjebak rutinitas. Padahal SKPK atau dinas yang merupakan perpanjangan tangan bupati, harus mampu ‘menjemput bola’ dan meningkatkan PAD, sehingga publik melihat bahwa Aceh Utara masih ada pemerintahannya.
“Maka ke depan, yang paling penting harus dilakukan Cek Mad – Sidom Peng adalah konsolidasi dalam tubuh Pemerintahan Aceh Utara. Ini dirasakan perlu, sehingga Pemerintahan Aceh Utara kuat,” terang M Atar.
Inisiatif pemikiran kemajuan juga penting terpatri pada Pemerintah Aceh Utara. Jangan berharap rakyat dapat ikut berpartisipatif, sedangkan pemerintahannya loyo. “Terakhir, Kita berharap Cek Mad masih mampu menyelesaikan sejumlah permasalahn masyarakat di sisa waktu 3 tahun ke depan. Ayo bergegaslah, agar apa yang diharapkan masyarakat benar-benar terwujud.[zir]

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda