Timnas wanita lakukan latihan fisik
LayarBerita, Yogyakarta – AFF Women Championship akan segera digelar pada Agustus mendatang. Untuk itu skuat Timnas Wanita terus persiapkan diri dengan memaksimalkan latihan fisik. Latihan dan tes fisik kerap dilakukan setiap hari di pekan pertama untuk mengukur progres ketahanan fisik setiap pemain, selama pemusatan latihan yang kini tengah berlangsung di Sleman, Yogyakarta.
Pemusatan latihan yang dimulai sejak 21 Juni 2019 tersebut, tidak lepas dari pantauan tim pelatih dan menguji fisik pemain dengan berbagai metode. Menurut pelatih fisik Timnas Wanita Sofie Imam Faizal, sebelum digelarnya pemusatan latihan, dirinya memang sudah meminta para pemain untuk mempersiapkan fisik menuju tc di Yogyakarta.
“Sebelum masuk program latihan, seluruh pemain melakukan tes fisik untuk menganalisis sejauh mana kondisi fisik pemain. Minggu ini programnya bagaimana memperbaiki kondisi fisik terutama aerobic capacity atau daya tahan kardiovaskuler dan strenght atau kekuatan. Tim pelatih menggabungkan antara latihan tanpa bola, small side game intensitas tinggi atau aerobic high intensity serta kombinasi untuk kekuatan fisik di gym,”ungkapnya seperti dilansir pssi.org.
Hal seneda juga diungkapkan oleh pelatih Timnas Wanita Rully Nere, memang pekan pertama pemusatan latihan kali ini difokuskan pada pemantauan fisik terlebih dahulu, lalu dilanjutkan taktikal di minggu selanjutnya. Hal ini pun sejalan dengan program tes fisik yang dijalankan selama sepekan ini. Pelatih fisik didampingi tim dokter yang dipantau oleh pelatih, menjalankan program tes fisik, dengan mengukur denyut nadi setiap pemain secara berkala.
“Untuk mengontrol pemain, biasanya 30 menit sebelum latihan saya selalu menghitung detakan denyut nadi seluruh pemain untuk mengetahui kualitas pemain, apakah mereka sudah beristirahat dengan cukup. Selain itu, saya mengukur juga berat badan setiap pemain dan kelenturan tubuh mereka, karena dari situ bisa saya tahu bagaimana pola istirahatnya, konsumsi cairan dalam tubuh sebelum dan sesudah latihan, serta kebugarannya. Saya dan tim pelatih memantau semua untuk menjauhkan mereka dari dehidrasi, kegemukan dan agar tubuh mereka senantiasa lentur,” ungkapnya.
Untuk mengukur itu semua, dilakukan berbagai uji coba fisik berupa speed test, yakni speed test 10 dan 30 meter, agility test atau tes kelincahan dan beep test. Tim pelatih punya beberapa paramater ukuran yang bisa dijadikan tolak ukur pada seleksi akhir dan pemusatan latihan ini.
“Sejauh ini kondisi pemain pada umumnya masih stabil. Semuanya itu bisa dilihat dari data yang sudah kami kumpulkan. Dalam waktu 1 bulan ini tim pelatih berharap rata-rata pemain bisa mendapatkan VO2Max tinggi atau volume maksimal O2 yang diproses oleh tubuh pemain saat melakukan latihan secara intensif, meski kebutuhan VO2Max tiap posisi pasti berbeda-beda,” ungkap Sofie.
Sofie menambahkan jika penilaian fisik hanya sebagai penopang strategi bagi pelatih kepala, karena tim pelatih pasti mencari pemain sesuai dengan karakter dan gaya taktikal. Namun kesinambungan dengan fisik pemain tentu harus terjaga, apalagi pemain yang ada harus menjalankan strategi yang diseimbangkan dengan kemampuan fisik yang memadai, terlebih kompetisi yang dihadapi akan ketat dengan hari pertandingan dan istirahat yang singkat.
Kedepannya, masih ada serangkaian tes fisik yang akan dilakukan dengan tolak ukur dan indikator yang sama, sebagai bahan analisis perkembangan kondisi fisik pemain, meski dipekan kedua nanti, presentasi latihan pun difokuskan pada taktikal tim.
Skuat Garuda Pertiwi pun akan berpindah ke daerah Kaliurang, Sleman, Yogyakarta pada 30 Juni 2019 untuk pemantapan latihan tim, namun secara keseluruhan, Timnas Wanita akan menjalani seleksi akhir dan pemusatan latihan jangka panjang di Yogyakarta dari 21 Juni – 29 Juli 2019, sebelum bertolak ke Jakarta pada 29 Juli – 4 Agustus 2019 dan ke Chonburi, Thailand pada 5 Agustus 2019 mendatang

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda