Petugas keamanan berhasil menangkap sejumlah Napi yang kabur dari Rutan Lhoksukon. [ist]
LayarBerita, Lhoksukon – Sejumlah 73 dari 447 orang Napi yang menghuni Rutan Lhoksukon, Aceh Utara, kabur setelah mendobrak pintu pos dan pintu utama tahanan. Para Napi kabur dari Rutan yang terletak di Kampung Baru, Lhoksukon, Aceh utara sekira pukul 15.45 Wib, Minggu (16/6/2019).
Informasinya, sekira pukul 15.30 Wib petugas mengeluarkan seluruh Napi dari kamar sel tahanan untuk mengambil nasi makan malam. Belum diketahui kenapa, tiba-tiba 4 orang Napi mendekati pintu ke pos lingkungan Rutan dan mendobrak pintu P2U. Mungkin melihat ini, sejumlah Napi lain akhirnya ikut mendobrak pintu tersebut.
Petugas Rutan tidak mampu  menahan dobrakan pintu pos lingkungan tersebut,  dikarenakan Napi sangat ramai. Melihat ini petugas Rutan meminta bantuan ke Polres Aceh Utara.
Setelah berhasil mendobrak pintu tersebut, para Napi lalu mendobrak pintu utama. Petugas telah memberi peringatan agar Napi tidak kabur, tapi hal tersebut tidak digubris.  Malah kaca depan kantor dilempar hingga pecah dan pintu utama pun akhirnya terbuka.
Tidak berselang lama, sejumah aparat keamanan dari kepolisian dan juga TNI telah berada dilokasi untuk membantu mengejar para Napi yang kabur.  Upaya cepat itu pun beehasil, beberapa Napi berhasil ditangkap kembali oleh petugas keamanan. Informasi sementara, sekitar 22 Napi kembali berhasil ditangkap.
Diduga aksi kabur puluhan napi maupun tahanan ini memanfaatkan suasana hari libur serta bertepatan saat pembagian jatah makanan untuk makan malam.
Kakanwil Kemenkumham Aceh agus Toyib yang dihubungi wartawan telepon seluler membenarkan adanya peristiwa Napi kabur dari Rutan Lhoksukon. Namun dirinya bisa memastikan jumlah Napi dan tahanan yang kabur. Sebab saat ini petugas sedang mendata dan berupaya mengejar para Napi.
Sementara itu Kadivpas Kemenkumham Aceh H Teuku Meurah Budiman, SH MH, yang dihubungi wartawan juga membenarkan kejadian kaburnya Napi di Rutan Lhoksukon Aceh Utara. Dirinya juga belum mengetahui pasti penyebab bobolnya Rutan yang mengakibatkan Napi kabur.  Dirinya juga meminta wartawan bersabar, untuk data akurat saat dirinya telah tiba di Lhoksukon.
Sementara itu, Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin mengaku saat ini pihaknya terus berusaha memburu dan mencari Napi yang kabur dari Rutan Lhoksukon.  Sejumlah personel telah diturunkan untuk membantu penangkapan kembali Napi yang kabur.  Bahkan telah melakukan koordinasi dengan sejumlah Polres lainnya.[red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda