Kabag Penum Humas Mabes Polri Kombes Pol. Asep Adi Saputra
LayarBerita, Jakarta – Kabag Penum Humas Mabes Polri Kombes Pol. Asep Adi Saputra, mengatakan bahwa ada lima komponen inti dalam kasus kepemilikan senjata api Mayjen (Purn) Kivlan Zen cs. Polisi kini fokus menuntaskan penyidikan atas kasus tersebut, di samping kasus lainnya yang menjerat Kivlan, yaitu makar dan berita bohong atau hoax.
“Jadi ada 5 komponen dalam kejahatan tersebut. Tetapi pada proses penyidikan, ini lebih dikonsentrasikan tentang kepemilikan senjata api secara ilegal,” jelas Kombes Asep Adi Saputra, di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019).
Asep Adi Saputra, mengatakan bahwa hingga saat ini kepolisian masih terus mendalami motif sebenarnya para tersangka melakukan kejahatan. “Motifnya masih terus kita akan dalami,” imbuh Asep.
“Dalam kasus Kivlan, pihaknya telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Kedelapan orang itu berada di komponen yang berbeda, dari inisiator, penyandang dana, pembeli, hingga penyedia senjata api,” terang Kabag Penum Humas Polri.
“Kemudian siap merencanakan aksi pembunuhan tersebut, dan yang terakhir adalah calon-calon eksekutornya,” sambung Asep.
Polri telah membuka hasil penyidikan atas para pria yang ditangkap terkait kepemilikan senjata api ilegal untuk kerusuhan 22 Mei. Para tersangka telah mengakui perbuatannya di berita acara pemeriksaan (BAP) dan hal itu disampaikan ke publik dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam kemarin, Selasa (11/6/2019).
Adapaun para tersangka diantaranya H Kurniawan alias Iwan, Tajudin, dan Irfansyah. Ketiga tersangka ini dalam proses penyidikan diduga punya keterkaitan dengan Kivlan Zen (KZ), juga satu tersangka lainnya, yakni Habil Marati. [tribrata]

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda