DPRA Bahas Qanun Perlindungan Satwa Liar dan Qanun Wali Nanggroe
LayarBerita, Banda Aceh – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) membahas 2 Rancangan Qanun, yakni Raqan lembaga Wali Nanggroe dan  Perlindungan Satwa. Kedua Qanun ini untuk penguatan Lembaga Wali Nanggroe dan melindungi hutan Aceh serta mengatasi konflik satwa liar dengan manusia dapat diminimalisir.
Ketua Komisi II, Nurzahri, mengatakan, pihaknya menginginkan polisi hutan (Polhut) dan petugas pengamanan hutan (Pamhut) di Aceh dipersenjatai dan diberi kewenangan melakukan penindakan langsung berupa tembak ditempat bagi para pemburu satwa
Menurutnya, kepemilikan senjata api bagi jajaran polhut/pamhut ini merupakan salah satu yang diatur di dalam Rancangan Qanun (Raqan) Perlindungan Satwa yang rencananya akan diusulkan menjadi raqan inisiatif dewan.
“Raqan Perlindungan Satwa ini kita usulkan menjadi raqan inisiatif lembaga (dewan). Draft qanunnya sudah kita siapkan,” kata Nurzahri, Jumat, (24/5/2019).
Dia menjelaskan, tingginya kasus perburuan satwa yang dilindungi dan kritisnya populasi satwa kunci di Aceh, seperti Harimau, Gajah, Badak Sumatera, dan Orangutan. Populasi sejumlah satwa kunci saat ini terancam punah.
“Harimau Sumatera misalnya, populasinya di Aceh saat ini sudah berada di level sangat rentan  ke level punah. Demikian juga dengan Badak Sumatera, Gajah, serta Orangutan,” tegasnya.
Sementara itu, menyangkut perubahan qanun lembaga Wali Nanggroe menurut Ketua Komisi I DPRA, Azhari, tidak lain untuk penguatan lembaga Wali Nanggroe. Serta untuk mempermudah dan meningkatkan kinerja lembaga sekaligus memperbaharui struktural yang ada di lembaga Wali Nanggroe.
“Supaya nanti mudah dan berjalan lancar, jadi tidak ada lagi multi tafsir. Jadi keberadaan lembaga Wali Nanggroe benar-benar independen,” paparnya.
Rapat Paripurna pembahasan penetapan kedua Qanun tersebut dipimpin oleh  Wakil Ketua DPRK, Sulaiman Abda, T. Irwan Djohan, di Gedung Utama DPRA dihadiri Asisten III Setda Aceh, Kamaruddin Andalah, anggota DPRA dan sejumlah unsur Forkopimda. [rul]

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda