Isu Pemukulan Anak, Seratusan Warga Serang Pos TNI AL Pusong
LayarBerita, Lhokseumawe –  Seratusan warga Desa Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, mengamuk dan merusak kantor Pos TNI AL yang berada di desa tersebut, Rabu malam sekira pukul 23.15 Wib.  Warga merusak kantor dengan menggunakan batu dan kayu serta benda keras lainnya.
Aksi brutal warga ini diduga dipicu dengan isu pemukulan seorang anak berinisial Ir (12) yang dilakukan oleh seorang prajurit TNI AL yang bertugas di pos tersebut. kedatangan warga ini membuat warga heboh dan menjadi perhatian warga lainnya.  Apalagi lokasi kejadian hanya berjaraksekitar 15 meter dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang saat itu sedang berlangsung proses penghitungan suara.
Pantauan layarberita.com, amuk warga kian menjadi meski sejumlah personel polisi yang berada dilokasi untuk mengamankan massa.  Bahkan personel polisi pengamanan TPS juga ikut berupaya meredam amuk massa yang telah merusak kaca jendela dan pos TNI AL tersebut.

 

Massa terlihat terus bertambah dan mulai mencoba melakukan pembakaran.  Saat itu sebuah benda mirip molotov dilempar oleh seseorang ke kantor tersebut. Akibatnya tampak api berkobar di depan Pos TNI AL dan warga terlihat terus berupaya merangsek masuk.
Melihat kondisi yang semakin berbahaya ini, aparat keamanan langsung melepaskan tembakan ke atas sebagai peringatan.  Awalnya warga terlihat tidak mundur, namun tembakan peringatan akhirnya dilakukan oleh sejumlah petugas dan mampu membubarkan warga.
Tidak sampai disitu, warga yang awalnya coba menghindar, akhirnya mencoba kembali lagi ke lokasi pos dengan melempar batu dan benda keras lainnya.  Melihat ini, personel polisi kembali melakukan tembakan peringatan, dimana saat itu sejumlah TNI juga terlihat sudah berada di lokasi.
Akhirnya kondisi berhasil diredam dan lebih kondusif.  Tidak lama berselang, sejumlah pucuk pimpinan aparat keamanan tiba dilokasi untuk meninjau lokasi kejadian dan meredam kondisi agar kondusif.
Informasi di lapangan, kemarahan warga dipicu oleh pemukulan seorang anak yang dilakukan oleh seorang anggota TNI AL. Awalnya anggota TNI AL ini melarang seorang anak memanjat menara di sekitar pos. Namun aksi pemukulan itu dibantah oleh Komandan Lanal Lhokseumawe, Kolonel MS Rizal yang dikonfirmasi wartawan. [red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda