Aksi demo penolakan izin usaha tambang di Nagan Raya kemabli digelorakan oleh mahasiswa (int)
LayarBerita, Banda Aceh – Kisruh dan polemik terkait kehadiran PT Emas Mineral Murni (EMM) kian membuncah ke permukaan.  Aksi penolakan kembali dilakukan oleh sejumlah kalangan, termasuk penolakan yang dilakukan oleh seribuan mahasiswa Aceh.
Aksi Mahasiswa Aceh ini, mendesak Plt Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah MT untuk mencabut secara permanen izin tambang PT EMM yang beroperasi di Beutong Ateuh.  Aksi tersebut merupakan sebagai bentuk protes atas ketidak beranian pimpinan di Aceh mencabut izin tambang tersebut.
Juru bicara Forum Aneuk Nanggroe, Samsul melalui rilisnya menjelaskan,  permasalahan PT. EMM tidak bisa dianggap hal sepele oleh Pelaksana tugas Gubernur Aceh. Sebab hal tersebut merupakan hal yang serius bagi masyarakat Aceh.
“Kisruh PT EMM ini merupakan masalah serius bagi Aceh, konsekuensinya Nova Iriansyah harus berani mencabut izin perusahaan tersebut,”tegas Samsul.
Jubir Forum Aneuk Nanggroe
Sambung Samsul, aksi penolakan terhadap PT. EMM sudah dilakukan beberapa kali oleh masyarakat, LSM, bahkan DPRA sendiri sepakat untuk menolaknya. Sejauh ini pemerintah daerah terkesan tidak berani mengambil sikap tegas. Untuk itu patut dipertanyakan ada apa sebenarnya.
“Perlu saya tegaskan PT. EMM harus angkat kaki dari Aceh,” tegas Samsul.
Keberadaannya, lanjut Jubir Forum Aneuk Nanggroe, malah mendatangkan petaka bagi Aceh. Dampak dari pada aktifitas pertambangan, jelas merusak ekosistem lingkungan dalam kawasan Lauser, kemudian akan terjadi konflik horizontal sesama masyarakat setempat.
Ini Alasan Penolakan PT EMM oleh sejumlah kalangan

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda