Abdul Aziz menjadi pahlawan dalam peristiwa penembakan di Masjid Linwood, Christchurch, Selandia Baru. (Foto/Istimewa)

LayarBerita.com – Aksi heroik yang dilakukan Abdul Aziz, pria asal Afghanistan untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak dalam penembakan di Masjid Linwood, Christchurch, Selandia Baru, patut diapresiasi. Dia dengan berani mengambil senjata pelaku penembakan dan mengusirnya keluar dari masjid.

Ayah dari empat anak tersebut nekat menghadapi pelaku ketika para korban bertumbangan di Masjid Linwood. Ia mengambil salah satu senjatanya dan mengejar pelaku. Ia mengaku mencoba menembak pelaku, tetapi tidak ada yang terjadi ketika menarik pelatuknya.

“Dia membawa pistol lain di tangannya dan menyalakannya dan mulai menembaki saya, dan saya hanya merunduk di antara mobil-mobil dan berlari,” ujarnya.

“Saya ingin dia mengejar saya di tempat parkir karena itu akan menyelamatkan lebih banyak orang di masjid, tetapi dia mungkin tidak melihat saya,” sambungnya

“Saya berlari ke belakang dan ketika saya berlari ke belakang saya melihat mayat lain di sana dan sebuah senjata tergeletak di sana, dan aku mengambil pistol itu,” tuturnya.

“Saya melihat lebih banyak tembakan menembus masjid, dan saya mulai berteriak, ‘Saya di luar, keluar’,” serunya seperti dikutip dari Daily Express, Sabtu (16/3/2019).

Aziz, yang melarikan diri tanpa luka, mengatakan pelaku kemudian berlari kembali ke mobilnya.

“Dia masuk ke mobilnya dan saya baru saja mengambil pistol dan melemparkannya ke jendela seperti panah dan menghancurkan jendelanya,” ujarnya lagi.

“Itu sebabnya dia takut,” cetusnya.

Pria bersenjata itu kemudian mengangkat jari tengahnya ke atas dan berkata: “Kalian semua mati”.

Aziz kemudian berlari mengejar kendaraan itu saat melaju di jalan.

Seorang pria bersenjata yang dicurigai ditangkap oleh dua petugas tak lama setelah kejadian itu. Diyakini dia sedang dalam perjalanan untuk melakukan serangan lebih lanjut ketika dia hentikan.

Petugas awalnya salah menangkap Aziz ketika mereka tiba di Masjid Linwood. Polisi kemudian membebaskannya ketika mereka menyadari bahwa dia bukan pelaku penyerangan.

Kisah Aziz hanyalah satu dari banyak cerita heroik akan muncul setelah salah satu serangan teror paling mematikan di Selandia Baru. Beberapa orang terbunuh ketika mereka menghadapi pelaku untuk mencoba menyelamatkan orang lain.

“Pada akhirnya kami semua akan mati juga,” ujar Aziz bijak.

Pejabat imam Masjid Linwood, Latef Alabi memuji Aziz karena menyelamatkan banyak nyawa.

“Aziz mengejarnya dan itulah bagaimana kami diselamatkan. Kalau tidak, jika dia berhasil masuk ke masjid, maka kita semua mungkin akan meninggal,” ujarnya. (SindoNews.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda