Layarberita.com –  Frekuensi mandi orang di belahan dunia ini tentunya berbeda-beda, seperti orang Amerika dan Eropa, Afrika berbeda dengan orang Asia. Terutama Indonesia yang tergolong negara tropis yang kerap mandi lebih sering.  Namun apakah frekuensi mandi setiap orang ini berpengaruh bagi kesehatan?
Bagi Kita masyarakat Indonesia, dominan setiap hari kita mandi dua kali sehari, yakni pagi hari dan sore atau selepas pulang dari kerja. Mungkin ada juga yang hanya mandi satu kali sehari bahkan ada yang tiga kali sehari, karena kondisi panas.
Berapa kali Anda mandi dalam satu hari, satu atau dua kali? Persepsi kita sejauh ini, bahwa dengan mandi kita bisa menghilangkan kuman yang melekat ditubuh.  Salain itu tentunya agar badan berasa segar dan tidak berbau.
Seperti dilansir uzone.id, ahli mengungkap hubungan antara frekuensi mandi dengan risiko infeksi kuman dan bakteri. Dikutip Himedik dari Techtimes, ahli penyakit menular dari Universitas Columbia menyebut fungsi utama mandi setiap hari lebih kepada untuk menghilangkan bau tidak sedap yang dikeluarkan tubuh, bukan untuk menghilangkan kuman.
Dr. Elaine Larson dari School of Nursing Columbia mengatakan mencuci tangan secara teratur bahkan mungkin lebih bermanfaat dalam menjaga orang terlindung dari penyakit infeksi.
Hal ini dikarenakan terlalu sering mandi justru dapat membuat tubuh seseorang lebih rentan terhadap berbagai masalah kesehatan karena sering membuat kulit kering dan pecah-pecah. Bukaan pada kulit ini memberikan celah bagi kuman penyebab infeksi untuk memasuki tubuh.
Larson menunjukkan bahwa ini sering terjadi pada orang lanjut usia karena kulit mereka menjadi kurang terhidrasi dan lebih tipis, membuat mereka lebih mungkin untuk tertular infeksi.
Brandon Mitchell, asisten profesor dermatologi dari George Washington University, setuju dengan pengamatan para peneliti Universitas Columbia bahwa banyak orang cenderung terlalu sering mandi.
Dia menjelaskan bahwa mencuci kulit dapat menghilangkan minyak alami serta populasi bakteri menguntungkan, yang sebenarnya mendukung sistem kekebalan tubuh.
Area-area yang orang harus fokuskan untuk membersihkan selama mandi termasuk ketiak, selangkangan dan bokong, yang dikatakan Mitchell adalah area yang menghasilkan sekresi yang memiliki bau yang kuat. Sejauh bagian tubuh lainnya, mereka tidak memerlukan terlalu banyak sabun.
“Tubuhmu secara alami adalah mesin yang diminyaki dengan baik. Mandi harian tidak diperlukan,” kata Mitchell.
Dari keterangan dan pendapat ini, Bagaimana menurut Anda? [uzone.id]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *