Bupatiiak H Syamsuar Resmikan ATM Beras bagi warga miskin yang ikut shalat subuh berjamaah.
LayarBerita, Siak – Program mesin ATM beras di setiap mesjid yang diluncurkan oleh Pemkab Siak patut diacungkan jempol.  Pasalnya program kerjasama Baznas dengan Badan wakaf Indonesia perwakilan Siak, sangat membantu masyarakat dari keluarga kurang mampu.  Setiap jamaah dari keluarga kurang mampu yang shalat subuh berjamaah, akan menerim beras sebanyak 2,5 kg.
Bupati Kabupaten Siak, H Syamsuar, kini secara resmi telah meluncurkan lagi sebuah mesin ATM beras di kampung Tualang, Kecamatan Tualang, usai pelaksanaan shalat subuh berjamaah, Kamis (7/2/2019).Turut hadir mendampingi,  Ketua Baznas Kabupaten Siak M Abdul Rasyid Suharto, Camat Tualang Zalik Effendy, Penghulu Kampung Tualang Juprianto dan sejumlah tokoh agama di Kecamatan Tualang.
Melalui ATM beras ini kata bupati, kaum dhuafa sekarang dapat mengambil beras seusai melaksanakan shalat subuh berjamaah sebanyak 2,5 Kg. Tujuan lain program tersebut adalah untuk mengajak masyarakat mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui program Siak Dakwah dengan cara mengajak shalat subuh berjamaah.
“Sebelumnya, ATM beras sudah diluncurkan di Masjid Mempura dan Siak. Insyaallah akan terus dikembangkan di semua masjid kecamatan se-Kabupaten Siak,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Siak Abdul Rasyid Suharto mengatakan, inovasi ATM Beras di Kabupaten Siak mendapat respon positif dari masyarakat. Karena selain dapat membantu masyarakat miskin, ATM beras juga menggugah kepekaan sosial bagi warga mampu untuk berdonasi.
“Program ini merupakan salah satu cara Pemkab Siak untuk meringankan beban masyarakat tidak mampu. Baznas Kabupaten Siak berencana pada tahun 2019 meluncurkan 14 unit ATM Beras di seluruh kecamatan, khususnya di kantong-kantong masyarakat kurang mampu,” jelasnya.
Penerima beras diperuntukkan bagi kaum fakir yang kesulitan makan sembari mendekatkan diri kepada Allah melalui subuh berjamaah.  Sedangkan bagi kaum berada, juga diberikan kesempatan untuk berinfaq, baik beras ataupun uang yang akan dibagikan kembali kepada penerima beras, jelas Rasyid.
Lanjutnya, setiap keluarga akan mendapatkan 15 kg beras setiap bulannya. Beras secara periodik akan diisi oleh BAZNAS Kabupaten Siak, dan juga menunggu kebersamaan masyarakat untuk berinfaq beras.
Mesin ATM beras di setting berfungsi usai shalat subuh, mulai pukul 05.00 WIB hingga 05.45 WIB. Mesin yang telah ditempatkan di Mempura dan Tualang, adalah hasil infaq dari pejabat di lingkungan Pemkab Siak melalui Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Siak bersama BAZNAS.
Disela-sela peluncuran ATM Beras, suasana haru tiba-tiba datang menyelimuti para jamaah yang menyaksikan peluncuran mesin beras tersebut.  Hal ini terjadi tatkala seorang nenek penerima bantuan beras, diajarkan oleh Bupati Siak bagaimana cara mengambil beras dari mesin ATM yang baru saja diresmikan di Masjid Darussalam Kecamatan Tualang.
“Iko ambiknyo pakai iko, dalam iko ado boghehnyo (mesin beras ini ambilnya pakai kartu ini,  di dalam sini ada berasnya),” jelas Bupati Syamsuar kepada si nenek sambil menunjuk ke arah mesin ATM.
“Ooo.. Alhamdulillah… ” kata si nenek sambil memeluk erat Syamsuar dengan haru berkali-kali.
“Sungguh saya merasa haru sekali. Beliau dua kali memeluk, yang pertama karena hasrat kuat ingin berjumpa, karena saya akan mengakhiri masa pengabdian di Siak. Pertemuan ini sangatlah berkesan di hati, beliau datang dengan dituntun karena matanya yang sudah rabun,” kata Syamsuar dengan nada suara terdengar lirih. [Abb]

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda