Rapat MRSF bersama Polres Siak di Kantor Bupati Siak dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Alfedri dan dihadiri Kasat Lantas Polres Siak AKP Agustinus Chandra beserta jajaran Satlantas Polres Siak.
LayarBerita, Siak – Rencana kegiatan Milenial Road Safety Festival (MRSF) yang akan digelar 24 Februari 2019 mendatang, mendapat sambutan yang baik dari  Wakil bupati Siak Alfedri. Kegiatan yang merupakan program pemerintah pusat dan akan berlangsung serentak di seluruh Indonesia ini diharapkan mampu terciptanya kesadaran tertib berlalulintas.
Alasan dukungan terhadap kegiatan tersebut dari Pemkab Siak, menurut Alfedri, mengingat kian meningkatnya angka kecelakaan lalulintas. Pada 2018 lalu terdapat 163 kejadian kecelakaan di Kabupaten Siak, 85 orang meninggal dunia, luka berat 114 orang dan luka ringan 109 orang.
“Penyebab kematian terbesar di Indonesia selain penyakit menular, yaitu kecelakaan lalu lintas. Untuk Kabupaten Siak, tahun 2018 lalu tercatat bahwa data korban rata-rata berusia antara 17 hingga 35 tahun. Artinya lebih banyak berusia muda yang mengalami lakalantas,”jelas Wakil Bupati Siak.
Untuk itulah, dirinya sangat mendukung kegiatan yang dinilainya sangat baik tersebut. Pemkab Siak bersama Polres Siak siap berupaya mengurangi kecelakaan lalulintas.
“Melalui kegiatan Milenial Road Safety Festival (MRSF) yang akan diselenggarakan 24 Februari 2019 mendatang di Lapangan Tengku Maharatu, diharapkan bisa mengajak generasi milenial untuk sadar tertib berlalu lintas,” ujar Alfedri, Rabu (6/2/2019).
Lanjut Wakil Bupati Siak, kematian akibat kecelakaan lalulintas masuk pada urutan 8 besar kematian di Indonesia. Apalagi untuk generasi milenial usia 17 tahun sampai 35 tahun, banyak yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas.
“Tahun lalu ada 163 kecelakaan lalulintas di Kabupaten Siak, dan korbanya rata rata berusia sekitar 16 tahunan, termasuk di bawah umur. Jika dirata-ratakan dalam seminggu ada 3 sampai 4 kejadian kecelakaan. Tentu ini menjadi perhatian serius kita,”ungkapnya.
Ke depannya, lanjut Alfedri, nantinya akan ada perjanjian atau MoU antara Dinas Pendidikan dan Polres Siak, untuk bersama-sama bisa mengingatkan pelajar di bawah umur yang belum bisa memiliki Surat Izin Memgemudi (SIM) tidak mengendarai kendaraan.
“Terutama pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak diperbolehkan membawa kendaraan. Padahal sebelumnya imbauan Bupati Siak sudah pernah dilayangkan ke sekolah-sekolah, agar pelajar di bawah umur tidak membawa kendaraan ke sekolah. Sudah ada yang melaksanakan dan belum. Itu yang akan kita ingatkan lagi saat ini,” terangya Alfedri.
Nantinya, lanjut Alfedri, akan ada relawan yang ditempatkan disetiap kecamatan dan sekolah. Gunanya untuk mengingatkan kepada siapa saja yang tidak tertib berlalulintas saat mengendarai kendaraan.
“Misalnya, ada pelajar maupun orang dewasa yang tidak menggunakan helm. Relawan nanti mengingatkan, agar pengendaran menggunakan helm. Begitu juga anak di bawah umur yang memang secara aturan belum diperbolehkan mengendarai kendaraan. Relawan ini nantinya diharapkan bisa memaksimalkan tugasnya dan menjadi contoh bagi yang lainnya,” jelas Alfedri.
Rapat MRSF bersama Polres Siak di Kantor Bupati Siak dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Alfedri dan dihadiri Kasat Lantas Polres Siak AKP Agustinus Chandra beserta jajaran Satlantas Polres Siak. [Abb]

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda