President Director Perta Arun Gas (PAG), Arif Widodo dan Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, menabur 50 ribu bibit ikan nila di obyek wisata Waduk Jeulikat, Kota Lhokseumawe, Kamis (10/1/2019) sore.

LayarBerita, Lhokseumawe – President Director Perta Arun Gas (PAG), Arif Widodo dan Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, menabur 50 ribu bibit ikan nila di obyek wisata Waduk Jeulikat, Kota Lhokseumawe, Kamis (10/1/2019) sore. Bantuan benih ini merupakan salah satu kegiatan dari Program Corporate Social Reponsibility (CSR) dari PAG.

Presiden Director PT PAG di dampingi Technical & Operations Director, Dody Noza dan Finance & GS Director, Isro Mukhidin beserta jajaran managemen, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai program kegiatan awal tahun 2019. Pihaknya berkomitmen terhadap program kemasyarakatan dibidang perikanan.

“Menabur 50 ribu benih ikan ini, untuk pengembangan daerah ekowisata yang berbasis pada pelestarian lingkungan. Maka kami sangat mengapresiasi Pemkot Lhokseumawe tentang pengembangan objek wisata yang bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Arif Widodo.

Sementara Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya juga sangat mengapresiasi kerja sama yang dibangun PT Perta Arun Gas (PAG) guna pengembangan kawasan wisata dan berterima kasih atas dilaksanakannya kegiatan tebar benih ikan tersebut, sehingga destinasi wisata di Kota Lhokseumawe terus berkembang.

“Waduk Jeulikat ini sebagai daerah yang menjadi tujuan wisata masyarakat di Lhokseumawe dan sekitarnya. semoga dengan adanya kegiatan penebaran benih ikan nila ini, dapat bermanfaat bagi pengunjung, ” jelas Suaidi.

Mengakhiri kegiatan ini, Suaidi Yahya juga menambahkan setelah umur benih ikan tersebut mencapai usia maksimal. Utuk pengunjung yang hobinya memancing dapat memanfaatkan di Waduk Jelekat tanpa pemungutan biaya.

(Baca : https://layarberita.com/2019/01/13/nasib-ktna-lhokseumawe-dicintai-saat-dibutuhkan/)

Bantuan benih ikan ini tentu menjadi tanda tanya sejumlah warga, seberapa mendesaknya bantuan tersebut diberikan kepada sebuah waduk yang selama ini menjadi tempat wisata di Kota hokseumawe.  Bahkan lokasi itu informasinya milik pribadi Suaidi Yahya yang tidak lain adalah Walikota Lhokseumawe.  Padahal masih banyak petani tambak yang berada sekitar perusahaan PAG yang seharus lebih dahulu mendapat bantuan.

“Kita menyambut baik bantuan benih dari PAG yang ditabur di Waduk Jeulikat.  Namun kan masih ada warga lain yang lebih berhak mendapat bantuan.  Ini sama halnya seperti kata pepatah menambak gunung,” ucap Rizal seorang warga Lhokseumawe, saat disebuah warung kopi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, Bukhari, yang ditanya layarberita.com, terkait kepemilikan areal Waduk Jeulikat, mengatakan kurang jelas siapa pemilik areal tersebut.  Tetapi dirinya mengatakan kalau itu bukan milik Pemko Lhokseumawe.

“Yang Saya tahu disana ada tanah milik Pak Suadi Yahya. Hanya saja secara detilnya, Saya kurang tahu.  Tapicoba saja tanyakan langsung kepada beliau,”ujar Sekda saat dihubungi melalui telepon selular, Jumat (11/1/2019).

Seperti diketahui, Program Corporate Social Reponsibility (CSR) merupakan bentuk pertanggungjawaban sebuah perusahaan terhadap lingkungan sekitar. Intinya, setiap bentuk perusahaan yang hadir mempunyai tanggungjawab untuk mengembangkan lingkungan sekitarnya. Yakni melalui program-program sosial, yang lebih diutamakan yakni program pendidikan dan lingkungan.

Pertanyaannya, apakah wajar jika bantuan CSR diberikan kepada pihak yang kehdupannya sudah baik.  Sementara masih banyak warga lain yang hidup di bawah garis kemiskinan untuk dibantu pemberdayaan ekonomi mereka. [zir/red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda