LayarBerita, Lhokseumawe – Perta Arun Gas (PAG) menyerahkan berita kontrak kerjasama terkait Pengadaan Tenaga Kerja Jasa Penunjang (TKJP) untuk periode 2019 di Gardenia Meeting Room, Guest House, komplek PAG plant site, Lhokseumawe, Kamis (10/1/2019).

Penyerahan buku dilakukan oleh President Director PAG, Arif Widodo untuk pemenang proses pelelangan TKJP tahun 2019, yakni PT Marajasa, PT Kana Harapan Jaya, PT Tama Niaga, PT Ganis Mandiri, PT Arun Jaya, PT Mutiara Desa, PT Palma Nafindo Pratama, PT Kaku Cie Matsu, PT Arifa Sentosa, PT Aneka Karya Barusa, serta PT Pertamina Training & Consulting. Keseluruhan Pekerja TKJP yang berada di bawah perusahaan tersebut adalah sejumlah 530 pekerja.

Arif Widodo menjelaskan, PAG selalu mempertimbangkan dan menerapkan kearifan lokal guna ikut berpartisipasi dalam pembangunan di Aceh, khususnya di Lhokseumawe. PAG juga telah mengikutsertakan para kontraktor lokal dalam proses pengadaan barang dan jasa.

“Proses pelelangan ini dilakukan secara transparan dan terbuka, hal ini dilakukan agar semua kontraktor yang mempunyai kompetensi dan memenuhi persyaratan dapat ikut dalam proses pelelangan,” ujar Arif.

Lanjutnya, semoga para kontraktor penyedia jasa pekerja yang sudah menjadi pemenang tender untuk pekerjaan pengadaan TKJP di tahun 2019, dapat menyediakan jasa sesuai dengan kesepakatan kontrak dan dapat bekerja sama dengan PAG.

Sebelumnya, sebanyak 73 perusahaan telah mendaftar untuk bekerjasama dengan Perta Arun Gas dengan jumlah 726 dokumen. Namun, 11 kontraktor yang menjadi pemenang kontrak dari 18 perusahaan dengan 138 dokumen yang lulus prakualifikasi.
Dalam acara tersebut juga telah dipilih 5 perusahaan PJP terbaik yang dipilih berdasarkan pemenuhan kewajiban terhadap TKJP yakni KPN Bina Beurata, PT Pertamina Training & Consulting, PT Ganis Mandiri, PT Marajasa, dan PT Kana Harapan Jaya.

Sebagai informasi, dalam proses pengadaan barang dan jasa, PAG telah menerapkan prinsip Tata Kelola Perusahaan ( Good Corporate Governance) yang baik dan sesuai dengan aturan – aturan pertamina, salah satunya dengan menerapkan Contractor Safety Management System (CSMS) yang merupakan salah satu persyaratan dalam proses prakualifikasi dokumen untuk dapat lulus proses pelelangan. Hal ini dilakukan guna membantu serta membina para kontraktor lokal dalam proses pengadaan barang dan jasa agar efektif dan efisien untuk membangun serta mendorong kegitan ekonomi Aceh khususnya di Lhokseumawe. [fazir]

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda