LayarBerita, Lhokseumawe – Seorang Caleg DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Yusuf Ismail Pase, mengirimkan surat somasi kepada Panitia Pengawas Pemilihan Kota Lhokseumawe, Rabu (12/12/2018).  Somasi ini terkait keberatan diturunkannya alat peraga kampanye miliknya oleh Satpol PP yang dinilai sewenang-wenang.

M Yusuf Pase yang juga Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Cabang Lhokseumawe yang membawahi 6 kabupaten/kota ini, menilai aksi penurunan yang dilakukan oleh petugas yang mengatasnamakan Panwaslih dan Satpol PP dinilai sewenang-wenang.  Sebab alat peraga yang diturunkan dipasang di lokasi pribadi yang merupakan kantor tim sukses H M Yusuf Pase.

“Kita sudah jelaskan kalau alat peraga, seperti umbul-umbul dan spanduk kita pasang di depan kantor sendiri. Tapi petugas yang datang mengatakan kalau pemasangan dilarang karena di lokasi jalan protokol.  Mengingat inilah, saya melakukan somasi kepada pihak Panwaslih Kota Lhokseumawe,” terang Yusuf Pase.

Menurut pengacara senior di Aceh ini, surat somasi telah dikirimkan kepada Panwaslih, tertanggal 12 Desember 2018, dengan tembusan Kapolres Lhokseumawe, Satpol PP Pemko Lhokseumawe dan KIP Kota Lhokseumawe. Dalam surat yang bernomor: 043/KH-PR/Lsm/2018, caleg PKS No. urut 5 ini meminta kepada Ketua Panwaslih Kota Lhokseumawe untuk meminta maaf melalui media massa lokal selama 3 ( tiga ) hari berturut dan atau membayar ganti rugi sesuai musyawarah mufakat.  Adapun batas somasi yang diminta, selama 7 hari setelah surat tersebut dikeluarkan.

“Apabila hal ini tidak ditanggapi, maka kami akan menempuh upaya hukum pidana, DKPP atau Perbuatan Melawan Hukum,” terang YIP panggilan akrabnya.

Sementara itu, ketua Panwaslih Kota Lhokseumawe, T Zulkarnain yang dihubungi layarberita.com, mengaku saat ini dirinya masih dalam perjalanan.  Saat kejadian, dirinya mengatakan sedang tidak di daerah dan sedang ada kegiatan di Jakarta.

“Terkait hal itu, kemarin Saya telah berkomunikasi dengan bang Yusuf Pase.  Saya baru membaca surat tersebut, saat ini Saya sedang dalam pesawat. Jadi tidak bisa panjang lebar menjelaskan,” tutupnya sembari mengatakan harus menonaktifkan ponselnya. [red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda