Ilustrasi Inflasi (net)

LayarBerita, LHokseumawe – Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan November 2018, umumnya menunjukkan kenaikan. Terutama pada item kelompok Bahan Makanan yang mengalami kenaikan signifikan.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kota Lhokseumawe dengan penghitungan tahun dasar 2012=100, pada November 2018, Kota Lhokseumawe mengalami inflasi sebesar 0,50 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 129,43 pada bulan Oktober 2018 menjadi 129,80 pada bulan November 2018.

Berdasarkan berita resmi dari BPS Kota Lhokseumawe, inflasi yang terjadi di Kota Lhokseumawe disebabkan adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok Bahan Makanan sebesar 0,66 persen; kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,59 persen; kelompok Sandang sebesar 0,08 persen; serta kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar sebesar 0,05 persen. Sedangkan kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau; kelompok Kesehatan; serta kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga tidak mengalami perubahan indeks

Komoditas utama yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi selama bulan November 2018 adalah: bawang merah, beras, tomat sayur, udang basah, angkutan udara, daging ayam kampung, dan beberapa komoditas lainnya. Sedangkan beberapa komoditas yang menahan laju inflasi adalah cabe merah, cabe rawit, cabe hijau, ikan kembung/gembung/aso-aso, teri dan beberapa komoditas lainnya.

Laju Inflasi tahun kalender (November 2018 terhadap Desember 2017) untuk Kota Lhokseumawe adalah 0,99 persen, Kota Banda Aceh 1,92 persen, Meulaboh 0,48 persen, dan Nasional 2,50 persen. Sedangkan Inflasi “year on year” (November 2018 terhadap November 2017) untuk Kota Lhokseumawe sebesar 2,72 persen, Kota Banda Aceh 3,00 persen, Meulaboh 1,67 persen, dan Nasional 3,23 persen. [red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here