Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya menanda tangani deklarasi Pemilu Damai yang diikuti oleh unsur Muspida serta sejumlah partai politik peserta Pemilu. (layarberita.com)

LayarBerita, Lhokseumawe –  Sejumlah partai politik, baik nasisonal maupun lokal yang ada di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara menandatangani Deklarasi Pemilu Damai, Minggu (12/2).  Penandatangan dilakukan di dua lokasi, yakni Lapangan Hiraq Lhokseumawe serta di GOR Lhoksukon, Aceh Utara. Deklarasi tersebut juga disaksikan dan ditanda tangani oleh Muspida pada kedua daerah.

Awalnya penanda tanganan dekalrasi dilakukan di Lapangan HIraq, yang dihadiri oleh Walikota Lhokseumawe, Suadi Yahya, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib serta unsur Muspida Lhokseumawe dan Aceh Utara.  Dalam deklarasi tersebut juga hadir sejumlah pengurus parpol, para Caleg serta para penyelenggara Pemilu, yakni KIP dan Panwaslih.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari lasta Irawan, dalam sambutan singkatnya mengatakan, agar proses pesta rakyat yang berlangsung pada tahun 2019 nanti dapat berjalan dengan aman.  Untuk itulah dirinya meminta dukungan semua pihak agar menjaga proses Pemilu secara bersama.

“Proses Pemilu yang aman dan damai, merupakan tanggung jawab kita semua.  Sehingga Pemilu bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.  Yakni dapat terpilihnya para wakil rakyat, mulai dari Kabupaten/kota, provinsi hingga pusat.  Termasuk pemilihan presiden yang merupakan pimpinan tertinggi di negara ini dapat berlangsung tertib, aman dan damai,”ujar Kapolres Lhokseumawe.

Sementara itu, Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya dalam sambutannya mengatakan kalau tahapan tahapan bernegara, yakni memilih dan menentukan pimpinan secara nasional maupun wakil-wakil yang akan duduk di legislatif dari berbagai tingkatan, sudah diambang pintu.

“Hari ini kita berkumpul disini, untuk menunjukkan kita sepakat untuk mendukung agar proses Pemilu dapat berlangsung dengan aman, nyaman dan damai,”kata Suaidi.

Sambung Suaidi, esensi dari berkumpulnya semua partai politik hari itu, yakni untuk menunjukkan komitmen para peserta pemilu dan pemangku kepentingan untuk menyatukan persepsi.  Serta memaksimalkan sinergi bersama dengan aparat keamanan.  Sehingga segala potensi yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dapat terdeteksi dan dapat diantisipasi.

“Hal terpenting, agar kita lebih jeli, sehingga tidak terpancing dengan berita yang belum dijamin kebenarannya (hoax).  Termasuk tidak mudah terpancing isu SARA dan ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan,”ungkap Walikota Lhokseumawe.

Selanjutnya, dilakukan penandatangan kesepakatan deklarasi Pemilu damai yang dilakukan oleh sejumlah parpol yang ada di Kota Lhokseumawe.  Setelah itu, sejumlah rombongan yang juga hadir unsur Muspida bergerak menuju ibukota Aceh Utara, yakni Lhoksukon, untuk melakukan hal yang serupa.

Harapan kita semua, agar proses Pemilu dapat berjalan dengan baik. Deklarasi damai harus benar-benar diimplementasikan, bukan hanya dituangkan dalam sebuah kegiatan seremonial semata. [red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here