Ishaq Abdullah (jaket hitam) diserahkan ke Lapas Lhoseumawe, Jumat (15/11/2018).

LayarBerita, Lhokseumawe – Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Lhokseumawe berhasil menangkap Ishaq Abdullah, mantan Kabag Legal Bank Aceh Cabang Lhokseumawe, dan menyerahkannya ke Lempaba Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Lhoksumawe, Jumat (16/11/2018).

Ishaq Abdullah merupakan salah seorang dari tiga terpidana kasus kredit macet (Perbankan – red) di Bank Aceh Cabang Lhokseumawe sebessar Rp75,1 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Muhammad Ali Akbar, SH, MH, melalui Kepala Seksi Intelijen Kejari Lhokseumawe, Miftahuddin, mengatakan, terpidana Ishaq Abdullah ditangkap di kediamannya di Desa Paya Meuneng, Kecamatan Matang Glumpang Dua, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Jumat (16/11/2018) sekitar pukul 18.30 WIB.

“Sore tadi, sekitar pukul 18.30 WIB, kita dibantu tim Intelijen Kejaksaan Negeri Bireuen dan aparat Polres Bireuen, setelah melakukan penangkapan terhadap DPO atas nama Ishaq Abdullah di rumahnya di Desa Paya Meuneng, Kecamatan Matang Glumpang Dua, Kabupaten Bireuen,” sebutnya.

Dijelaskannya, eksekusi terhadap terpidana dilaksanakan setelah pihaknya menerima salinan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan dari Mahkamah Agung (MA) yang menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh terpidana.

“Sekitar pukul 20.00 WIB, Ishaq Abdullah tiba di kantor Kejari Lhokseumawe untuk menandatangani Berita Acara penetapan penahan, dan sekitar pukul 21.00 WIB tadi kita serahkan ke LP,” ujar Miftahuddin.

Dia menambahkan, Ishaq Abdulaah divonis 5 tahun, denda Rp10 miliar dan subsider enam bulan kurungan. (BIM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here