LayarBerita, Aceh Utara – Komisi penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten  Aceh Utara menggelar sosialisasi HIV-Aids untuk para pimpinan SKPK dan stakeholder terkait di daerah itu, Selasa (6/11/2018).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Lido Graha Lhokseumawe, dibuka oleh Sekretaris KPA Kabupaten Aceh Utara, Hj Cut Ratna Irawati, SE, dan diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari pimpinan SKPK, para Camat, pimpinan organisasi wanita, pegiat LSM kesehatan,  tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi profesi bidang kesehatan.

Dalam sambutannya, Sekretaris KPAK Aceh Utara mengatakan, fenomena jumlah pengidap HIV-Aids ibarat gunung es. Jika terdeteksi hanya satu orang, maka kemungkinan ada 100-200 orang lainnya yang tidak terdeteksi.

“Mereka tidak akan melapor atau berobat ke rumah sakit karena khawatir ketahuan oleh masyarakat yang akan menyebutnya dengan stigma negatif terhadap penderita HIV-Aids,” kata Cut Ratna.

Dikatakan, stigma yang sering muncul dalam masyarakat menuduh penderita HIV-Aids sebagai pecandu obat obat terlarang atau pelaku seks bebas di luar nikah. Padahal ada pengidap penyakit ini yang merupakan orang baik baik, misalnya ibu rumah tangga dan bayi, yang tertular dari orang lain, sebut Cut Ratna  yang juga istri Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib.

Stigma ini sangat merugikan mereka,  kata Cut Ratna. Penderita HIV-Aids bisa dua kali mati jika stigma ini tetap tumbuh dalam masyarakat.  Mereka mati karena tidak diterima bersosialisasi dalam masyarakat, dan kemudian mati yang sebenarnya setelah digerogoti penyakit ini.

Padahal, lanjut Cut Ratna, penderita HIV-Aids bisa bertahan hidup jika rutin mengkonsumsi obat,  sama seperti penderita penyakit lainnya. Tapi kenapa penderita penyakit lain diterima dengan baik di tengah masyarakat,  akan tetapi pengidap HIV-Aids malah ada yang diusir dari tempat tinggal mereka.

Menurut Cut Ratna, stigma buruk terhadap pengidap HIV-Aids tidak perlu terjadi jika semua kita memahami tentang seluk beluk penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut.

“Oleh karena itu,  sosialisasi ini sangat penting diikuti dengan serius oleh seluruh stakeholder yang telah hadir di sini agar kita punya pengetahuan yang memadai tentang perlakuan terhadap pengidap HIV-Aids ini,” tegasnya. (BIM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here