ilustrasi (net)

Layarberita, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membidik Gubernur Aceh non aktif, IY terkait proyek Pembangunan Dermaga Sabang, Aceh TA 2006 – 2011. Dari pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut,  KPK menetapkan IY dan IA sebagai tersangka.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, pihak penyidik KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan perkara tersebut ke penyidikan dan menetapkan IY, Gubernur Aceh periode 2007 – 2012 dan IA (swasta) orang kepercayaan IY.

Sambung Febri, tersangka IY selaku Gubernur Aceh periode 2007 – 2012 bersama-sama dengan IA, diduga menerima gratifikasi yang dianggap suap karena berhubungan dengan jabatannya.  Hal ini dinilai berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya sebagai Gubernur Aceh dari pelaksanaan proyek pembangunan Dermaga Sabang yang dibiayai APBN Tahun Anggaran 2006 – 2011.

“Total dugaan gratifikasi yang diterima IY sebagai Gubernur Aceh periode 2007 – 2012, yaitu sekitar Rp 32 Miliar.  IY diduga tidak melaporkan penerimaan tersebut pada Direktorat Gratifikasi KPK,” terang Febri dalam rilisnya, Senin (8/10/2018

Terkait dugaan penerimaan gratifikasi tersebut, KPK menyangkakan IY dan IA melanggar Pasal 12B Undang Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sejumlah bukti yang telah didapat KPK adalah, keterangan saksi-saksi terkait dugaan penerimaan gratifikasi oleh tersangka IY selaku Gubernur Provinsi Aceh periode 2007–2012 bersama-sama IA. Lalu keterangan Ahli, Rekening koran, catatan pengeluaran uang dari korporasi, dan bukti elektronik.

“Selain itu, dari fakta persidangan dalam perkara dengan terdakwa Ruslan Abdul Gani yang telah berkekuatan hukum tetap. Disana, disebutkan diduga IY pada tahun 2011 menerima sekurangnya Rp 14 miliar,”jelasnya.

Untuk kepentingan penyidikan perkara ini, sejak penyidikan dilakukan pada 28 September 2018, sekitar 10 orang saksi telah diperiksa. Adapun saksi yang diperiksa adalah, pihak swasta, BPKS dan para terpidana perkara pembangunan Dermaga Sabang sebelumnya. Penyidik akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap para tersangka pekan depan.

“Tersangka IA pernah dipanggil untuk menghadap penyidik pada 5 Oktober 2018, namun tidak hadir,” kata Febri

KPK mengimbau agar tersangka bersikap kooperatif dan memenuhi panggilan KPK sebagai warga negara yang patuh hukum. Sejauh ini, Penyidik telah menyita Rp 4,3 miliar uang milik tersangka IY, baik yang diduga terkait dengan dugaan penerimaan suap maupun gratifikasi yang disangkakan kepadanya.

Proyek ini dibiayai APBN TA 2006 – 2011 ini senilai total sekitar Rp 793 miliar rupiah. Diduga terjadi kerugian keuangan negara sekitar Rp 313 miliar, dalam pelaksanaan proyek pembangunan Dermaga Bongkar pada Kawasan Perdagangan Bebas dan pelabuhan bebas Sabang ini. [red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here