LayarBerita, Lhokseumawe – Dalam menyelenggarakan program JKN, BPJS Kesehatan berperan sebagai pengumpul iuran untuk kemudian melakukan pembiayaan pelayanan kesehatan yang dilakukan Rumah Sakit, Puskesmas, serta fasilitas kesehatan lain yang memberikan layanan kesehatan langsung kepada masyarakat. Iuran yang dihimpun BPJS Kesehatan dari para peserta, baik peserta sehat mau pun peserta sakit tersebut menjadi sumber utama pembiayaan pelaksaan JKN bagi peserta yang membutuhkan.

Salah satu penyumbang biaya pelayanan adalah iuran dari segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah atau biasa disebut peserta mandiri, untuk wilayah Kantor Cabang Lhokseumawe, sebanyak 9.813 jiwa peserta JKN tercatat sebagai peserta mandiri dari total 992.577 jiwa peserta. Namun hampir 50% dari peserta mandiri tersebut menunggak iurannya. Tercatat tunggakan peserta JKN wilayah Kantor BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe mencapai Rp. 2.829.270.590 dari 4.546 jiwa peserta mandiri.

Untuk itu, BPJS Kesehatan dalam menjaga kesinambungan program JKN-KIS dituntut agar terus melakukan inovasi guna meningkatkan kesadaran peserta dalam membayar iuran. Selain melakukan publikasi dan himbauan melalui berbagai media publikasi, BPJS Kesehatan juga membuat “Kaos Pengingat Pembayaran Iuran JKN-KIS” yang dibagikan kepada pekerja lapangan di pusat-pusat keramaian. Harapannya agar pesan yang tertera pada kaos tersebut dapat dibaca dan tersampaikan kepada peserta JKN yang membacanya.

“Kita bagikan kaos tersebut sebagai salah satu pengingat bagi peserta agar membayar iuran JKN tepat waktu sebelum tanggal 10 setiap bulannya agar kepesertaannya tetap aktif,” ucap Abdiyansyah selaku Pps. Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe.

Pembagian 500 kaos pengingat pembayaran iuran tersebut dilakukan oleh BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe pada Senin (10/9/2018) pagi. Pekerja lapangan yang menerima kaos pengingat tersebut adalah tukang parkir, tukang becak, tukang sayur serta komunitas-komunitas masyarakat. Adapun pekerja lapangan penerima kaos tersebut merupakan pekerja lapangan di sekitaran terminal, pasar, serta komunitas yang tersebar di wilayah Kota Lhokseumawe, Kabupateb Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Bireuen.

“Semoga dengan adanya kaos-kaos yang dipakai mereka tersebut dapat membantu mengingatkan masyarakat untuk mau bergotong royong menjaga kesinambungan program JKN melalui pembayaran iuran tepat waktu” tutup Abdiyansyah. (rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here