Dippos Boru Nainggolan (56 thn), salah seorang terdakwa pelanggar syariat islam menjalani eksekusi hukuman cambuk (uqubat) di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Selasa (7/8/2018). (Foto: ACEH PRESSPHOTO/Rama/18).

LayarBerita, Lhokseumawe – Satuan Polisi Pamong Praja dan WIlayatul Hisbah (Satpol PP/WH) Kota Lhokseumawe, melaksanakan ‘uqubat hudud cambuk terhadap empat terpidana pelanggar syariat Islam.

Prosesi uqubat hudud cambuk oleh empat algojo dari Provinsi Aceh di mulai pukul 10.00 WIB di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe, Selasa (7/8/2018).

Dari empat terpidana pelanggar syariat islam yang menjalani hukuman cambuk, satu diantaranya beragama non muslim, yakni Dippos Boru Nainggolan (56 thn).

Dippos Boru Nainggolan yang merupakan warga Kota Lhokseumawe, terbukti bersalah melakukan penjualan minuman keras.

Oleh Majelis Hakim Pengadilan Mahkamah Syariah Lhokseumawe, Dippos Boru Nainggolan dipidana hukuman cambuk sebanyak 20 kali.

Setelah menjalani hukuman kurungan selama 3 bulan, hukuman cambuk bagi Dippos dikurangi 3 kali, yakni menjadi 17 kali cambuk.

Sedangkan terdakwa Aisyah terlibat kasus yang sama, dipidana 25 kali hukuman cambuk. Setelah menjalani hukuman kurungan selama 3 bulan, hukuman cambuk juga dikurangi 3 kali.

Sementara Jailani dan Bahrum, warga Kota Lhokseumawe, yang bersalah telah melakukan pelecehan seksual, dipidana masing-masing dipidana 27 dan 22 kali cambuk.

Setelah dikurangi hukuman kurungan selama 3 bulan, maka hukuman cambuk bagin keduanya juga dikurangi sebanyak 3 kali. (BIM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here