BAGIKAN

LayarBerita, Aceh Utara – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Utara, menggelar kegiatan muzakarah ulama–umara untuk membahas dan merumuskan kebijakan kepariwisataan yang bersyariat, Selasa (31/7/2018).

Acara yang dilaksanakan di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe, dibuka oleh Wakil Bupati Aceh  Utara Fauzi Yusuf.

Kepala Sekretariat MPU Aceh Utara Muzakir Fuad dalam laporannya menyampaikan, muzakarah ulama-umara ini dimaksudkan untuk melahirkan persamaan persepsi tentang konsep-konsep pariwisata yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Peserta yang diundang merupakan representatif dari para stake holder terkait, sehingga diharapkan dapat merumuskan pengembangan pariwisata yang bersyariat di daerah Bumi Malikussaleh ini.

Wakil Bupati dalam sambutannya mengatakan, saat ini wisata bukan lagi merupakan gaya hidup, akan tetapi sudah menjadi kebutuhan hidup. Kegiatan wisata menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan dan silaturahmi, serta berdampak positif dalam masyarakat, seperti peningkatan ekonomi rakyat dan terbangunnya rasa persaudaraan.

Namun tak dapat dipungkiri, kegiatan pariwisata kerap disalahgunakan oleh sejumlah pihak. Ajang wisata dijadikan tempat pelanggaran hukum syariat, praktik khalwat, dan arena mabuk-mabukan. “Saat wadah wisata keluar dari bingkai tujuannya, maka dampak negatif sudah pasti muncul,” kata Fauzi Yusuf.

Oleh sebab itu, lanjutnya, pihaknya sangat mengharapkan melalui muzakarah ulama–umara dapat menghasilkan sebuah konsensus yang menjadi landasan bagi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan pembangunan bidang kepariwisataan.

Ditambahkan Fauzi, berwisata ke pantai, air terjun, atau water boom bukanlah sesuatu yang dilarang dalam syariat Islam.

Tetapi sering dijumpai dilokasi wisata perbuatan berkhalwat dan mempertontonkan aurat. Dan ini yang diharamkan.

Tentunya perlu penegasan konsep wisata agar tidak bertentangan dengan syariat,” tegas wakil bupati.

Turut hadir Ketua MPU Aceh Utara Tgk H Abdul Manan (Abu Manan), Tgk H Mustafa Ahmad (Abu Paloh Gadeng), Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, ulama dayah, Kepala SKPK dan para camat yang wilayahnya memiliki objek wisata. (BIM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here