BAGIKAN
Dua dari tiga tersangka korupsi dugaan pengadaan/penyaliran bantuan ternak di DKPP Lhokseumawe ditahan di Rutan Kajhu, Banda Aceh. (Ist)

LayarBerita, Banda Aceh – Kejaksaan Negeri Lhokseumae menahan tiga tersangka dugaan korupsi pengadaan/penyaluran bantuan ternak bersumber dari APBK Lhokseumawe tahun 2014 senilai Rp14,5 miliar.

Ketiga tersangka ditahan setelah diserahkan penyidik Polres Lhokseumawe kepada pihak Kejari Lhokseumawe di Kantor Kejati Aceh, di Banda Aceh, Kamis (26/7/2018) siang.

Tiga tersangka itu berinisial drh. Rz (Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pertanian/DKPP) Kota Lhokseumawe, drh. DH (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan/PPTK), dan drh. IM, (Pejabat Pembuat Komitmen/PPK pada DKPP Lhokseumawe). Jadi, DH dan IM merupakan bawahan alias “anak buah” Rz di DKPP Lhokseumawe.

Informasi diperolehsebelum diserahkan oleh penyidik ke Kejari Lhokseumawe, ketiga tersangka terlebih dahulu diperiksa kesehatannya oleh tim dokter kesehatan (Dokkes) Polres Lhokseumawe pada Rabu (25/7/2018) kemarin.

Penyerahan berkas dugaan korupsi pengadaan/pentaliran bantuan ternak di DKPP Lhokseumawe dari penyidik Tipikor Polres Lhokseumawe kepasa Kejari Lhokseumawe. (Ist)

Penyerahan ketiga tersangka dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Budi Nasuha Waruwu.

“Kita juga membawa serta barang bukti berupa dokumen dalam jumlah yang cukup banyak,” ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha.

Budi menyebutkan, pihaknya menyerahkan ketiga tersangka dan barang bukti kasus itu kepada pihak Kejari Lhokseumawe di Kantor Kejati Aceh, Kamis, sekitar pukul 12.00 WIB. “Ini merupakan penyerahan tahap II (tersangka dan barang bukti) dari penyidik kepada jaksa setelah beberapa waktu lalu jaksa menyatakan berkas perkara ketiga tersangka P21 (lengkap),” kata Budi.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lhokseumawe, Muhammad Ali Akbar, SH, MH melalui Kasi Pidana Khusus Fery Ihsan, SH, MH yang dihubungi LayarBerita.com, Kamis (26/7/2018) sore, membenarkannya.

“Setelah diserahkan oleh penyidik , ketiga tersangka juga diperiksa kesehatannya oleh tim Dokkes Kejati Aceh, sebelum ditahan,” sebutnya.

Proses penyerahan ketiga tersangka oleh penyidik kepada jaksa turut disaksikan penasihat hukum ketiga tersangka dari Kantor Hukum HN dan Partner.

Fery Ihsan mengatakan, tersangka Rz dan IM ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kajhu, sedangkan DH di Rutan Lhoknga, Aceh Besar, yang merupakan tahanan khusus untuk perempuan. “Ketiganya saat ini sudah kita tahan,” ujarnya.

Dijelaskan Fery Ihsan, serah terima ketiga tersangka dan barang bukti dilakukan di Kejati Aceh dengan pertimbangan untuk memudahkan proses persidangan yang digelar di PN Tipikor Banda Aceh.

Diberitakan sebelumnya, kejaksaan menyatakan berkas perkara tiga tersangka dugaan korupsi pengadaan/penyaluran bantuan ternak bersumber dari APBK Lhokseumawe tahun 2014 sudah lengkap atau P21. Kasus bantuan ternak bersumber dari APBK Lhokseumawe tahun 2014 yang dananya dialokasikan melalui DKPP senilai Rp14,5 miliar, berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Aceh merugikan negara Rp8,1 miliar lebih. (BIM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here