Ustadz Syafii saat ceramah, yang kini ditangkap Polres Lhokseumawe. (ist)

LayarBerita, Lhokseumawe – Personil reserse kriminal Polres Lhokseumawe menangkap, Ustadz Syafi’i (28) sekira pukul 22.00 Wib, Selasa (10/7/2018). Penangkapan penceramah muallaf ini dikarenakan adanya laporan masyarakat, terkait dugaan penipuan.  Tersangka yang merupakan warga Kisaran Timur Kabupaten Asahan, Sumut ditangkap di Mesjid Islamic Centre Lhokseumawe yang akan memberikan ceramah.

Informasinya, Syafi’i Pasaribu adalah seorang ustadz yang dulunya bukan beragama islam.  Selama beberapa tahun terakhir dirinya kerap memberikan ceramah di sejumlah mesjid dari beberapa daerah.  Termasuk beberapa mesjid yang ada di wilayah Kota Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu, penangkapan ustadz Syafi’i dilakukan kareana adanya laporan warga yang merasa tertipu dengan penceramah ini.  Bahkan diduga banyak warga yang merupakan jamaah mesjid yang tertipu dengan ajakan Syafi’i.  Yakni mengajak para jamaah untuk menyumbang alquran untuk para mualaf.

 

“Tersangka meminta sumbangan pada jamaah dengan tujuan membeli Al-Qur’an yang nantinya akan diserahkan kepada Para Muallaf.  Hal ini sesuai dengan ceramah yang dibawakannya yakni imbauan bahaya pemurtadan.  Tetapi uang yang disumbangkan oleh jamaah tidak digunakan seperti hal dimaksud.  Malah digunakan untuk kepentingan pribadinya, diantaranya berlibur ke sejumlah tempat,”terang Budi.

Lanjut kasat Reskrim, menurut laporan seorang korban,  H Taufiq AR (59) warga  Desa Paloh Lada, Dewantara, Aceh Utara, pada Minggu (8/7/2018) sekira pukul 05.00 wib waktu salat subuh dan di Mesjid Al-Azhar Desa Pusong, Lhokseumawe. Sekalian mendengarkan ceramah dari ustadz Syafi’i, tentang imbauab bahayanya permurtadan.

Pada akhir ceramahnya, Syafi’i mengajak seluruh umat untuk menyumbangkan dana untuk pembelian Al-Qur’an yang akan disumbangkan kepada para muallaf. Sumbangan dapat secara langsung atau dikirim ke rekening dirinya.

“Pelapor sendiri mengirim uang sebesar Rp600ribu, Senin (9/7/2018) untuk sumbangan.  Namun dirinya akhirnya merasa curiga, karena sudah banyak yang menyatakan kalau dana itu dipakai untuk keperluan pribadinya.  Oleh karena itu korban membuat laporan kepada pihak kepolisian,” ucap Kasat Reskrim.

Sesuai laporan ini, akhirnya tim diturunkan untuk melakukan penyelidikan.  Personil polisi mendapatkan informasi bahwa banyak pihak yang telah memberikan sumbangan kepada penceramah tersebut.  Malah para warga merasa tertipu dengan ajakan dari Syafii dengan alasan membeli alquran.

“Hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sudah 6 bulan melakukan kegiatan ceramah sambil meminta sumbangan uang.  Ini dilakukan di setiap mesjid dari berbagai daerah yang dihadirinya untuk memberikan ceramah.  Uang itu digunakan untuk kebutuhan pribadinya, seperti berlibur bersama keluarga, membeli hand phone, membayar DP kredit mobil serta lainnya,”terang Budi Nasuha.

Kini tersangka bersama barang bukti berupa,1 unit mobil Innova warna hitam, 1 unit mobil avanza warna putih, 1 unit Hp merk Samsung tipe S9, uang Rp9 juta, 1 kamera merk fuji film, 1 bundel bBlanko untuk para penyumbang, 1lembar ATM BRI dan beberapa buku hasil karangan tersangka, telah diamankan di Mapolres Lhokseumawe. [red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here