BAGIKAN
ilustrasi (net)

LayarBerita, Jakarta – Sebelumnya KPK telah melakukan pencegahan 4 orang yang diduga terkait kasus suap DOK Aceh ke luar negeri selama 6 bulan ke depan.  Para saksi ini direncanakan akan diperiksa Minggu depan.  Sementara itu, KPK terus menemukan bukti-bukti yang semakin kuat tentang dugaan suap terkait alokasi anggaran DOK Aceh tersebut.

Sebelumnya, mengacu pada Pasal 12 UU KPK, dilakukan pencegahan ke luar negeri terhadap 4 orang selama 6 bulan, terhitung Jumat (6/7/2018),  yaitu, Nizarli, Rizal Aswandi, Fenny Steffy Burase dan Teuku Fadhilatul Amri. Pihak-pihak ini perlu dicegah ke Luar Negeri, agar saat dibutuhkan keterangannya, dapat dilakukan pemeriksaan.

“Jadi kita jadwalkan pemeriksaan terhadap para saksi ini akan kita lakukan Minggu depan,” ujar Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Febri Diansyah.

Menindaklanjuti proses penyelidikan, KPK juga telah mengirimkan surat panggilan pada sekitar 15 orang saksi dari unsur pemerintahan dan swasta di Banda Aceh dan Bener Meriah. Namun untuk jadwal pemeriksaan belum dapat dipastikan.

“Kami harap para saksi hadir di pemeriksaan. Karena keterangan saksi akan membuka tabir yang selama ini mungkin belum diketahui. Dengan pengungkapan itu, akan ada titik terang bagaimana masyarakat Aceh bisa dirugikan karena praktek korupsi yang ada,” ucap Febri.

Selain itu, sambung Jubir KPK ini, kehadiran memenuhi panggilan penyidik dan menjelaskan informasi yang benar dalah kewajiban hukum. Kejujuran para saksi dalam memberikan keterangan akan membantu penanganan perkara ini, terangnya. [red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here