ilustrasi (net)

LayarBerita, Jakarta – Pencegahan ke luar negeri yang dilakukan KPK terhadap 4 orang lainnya yang dinilai terkait penetapan sebagai tersangka dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh tahun 2018. Yakni untuk kebutuhan pemeriksaan bagi saksi-saksi, bagi penyidikan yang sedang berjalan.

“Pencegahan ke LN terhadap sejumlah saksi tersebut perlu dilakukan untuk kebutuhan pemeriksaan bagi saksi-saksi nantinya,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalu pesan singkatnya kepada layarberita.com, Minggu (8/’7/2018). Hal ini juga untuk menjawab sejumlah pertanyaan tentang kaitan para saksi yang dicegah ke LN.

Sambung Febri, pencegahan yang silakukan terhadap saksi ke-3, ada informasi terkait aliran dana yang perlu diklarifikasi dan pertemuan-pertemuan dengan tersangka yang relevan dengan perkara tersebut. Sementara untuk sakai lain, yakni terhadap pejabat ULP dan PUPR, pihak KPK perlu memperdalam proses pengadaan yang dilakukan. Yakni pengadaan yang terkait dengan penggunaan dana DOK.

Adapun pencegahan ke luar negeri terhadap 4 orang saksi ini dilakukan selama 6 bulan. Yakni terhitung Jumat (6/7/2018), yaitu, Nizarli, Rizal Aswandi, Fenny Steffy Burase dan Teuku Fadhilatul Amri.

“Perlu kita pahami bersama, yang dilakukan saat ini adalah proses hukum. KPK diberi tugas untuk melakukan penanganan kasus korupsi. Tentunya dalam hal ini perlu mendapat dukungan dari masyarakat. Sebab yang dirugikan akibat korupsi adalah masyarakat itu sendiri,” jelas Febri. [red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here