BNN Pusat bersama tim gabungan memusnahkan ladang ganja seluas 7,5 hektar di Kecamatan Sawang, Aceh Utara. (layarberita/reza)

LayarBerita, Aceh Utara – Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan sekitar 10,5 hektar ladang ganja di Desa Teupin Reusip, Sawang, Aceh Utara.  Pemusnahan  yang dilakukan selama 2 hari ini, melibatkan tim gabungan, yakni kepolisian, TNI serta masyarakat.  Diperkirakan sebanyak 70 ton ganja basah dari dua lokasi ini berhasil dimusnahkan.

Menurut Penyidik Utama Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Kombes Iwan Eka Putra, pemusnahan ganja dilakukan pada dua lokasi ini diketahui berdasarkan pantauan citra satelit serta informasi masyarakat. Selain aparat keamanan, juga hadir warga setempat untuk melakukan pemusnahan yang dikenal dengan ‘bakong ijo’ Aceh ini.

BNN Pusat bersama tim gabungan memusnahkan ladang ganja seluas 7,5 hektar di Kecamatan Sawang, Aceh Utara. (layarberita/reza)

“Pada operasi kali ini, kita telah memusnahkan ladang ganja di Desa Uteun Punti, seluas 7 hektare dan di Desa Teupin Reusep, seluas 3,5 hektar. Untuk kepemilikan lahan, masih kita dalami,”ujar Iwan Eka Putra yang juga mantan Kapolres Aceh Utara.

Pemusnahan ladang ganja tersebut dilakukan dengan mencabut dan membakar batang ganja yang sudah berusia 3 hingga 4 bulan.  Tumbuhan yang sudah siap panen tersebut terletak diantara tanaman cabai dan tanaman keras lain yang lokasinya tidak jauh dari jalan negara.

BNN Pusat bersama tim gabungan memusnahkan ladang ganja seluas 7,5 hektar di Kecamatan Sawang, Aceh Utara. (layarberita/reza)

Petugas BNN juga memeriksa ke aslian ganja dengan menggunakan cairan khusus.  Pemeriksaan keaslian ganja diperlihatkan kepada warga setempat serta disaksikan oleh wartawan yang ikut melakukan liputan pemusnahan ladang ganja. [red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here