Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe, Manna, sedang memberi penjelasan kepada peserta JKN-KIS, terkait program pelayanan keaehatan di BPJS Kesehatan. (Ist)

LayarBerita, Aceh Tengah – Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan sudah berjalan lebih dari empat tahun. Sebagai salah satu rangkaian kegiatan HUT BPJS Kesehatan ke-50, serta dalam rangka memastikan peserta JKN-KIS mendapat pelayanan terbaik, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe, Manna, terjun langsung meninjau sekaligus melayani langsung para peserta JKN-KIS yang datang berkunjung.

“Kegiatan eksekutif frontliner ini merupakan salah satu wujud komitmen kami dalam menjaga dan mengoptimalkan mutu pelayanan kepada peserta JKN-KIS. Kepuasan dan loyalitas peserta menjadi prioritas kami. Untuk itu, ke depannya kami berharap para Duta BPJS Kesehatan makin terpacu untuk memaksimalkan layanan. Kualitas layanan tidak boleh stagnan karena ekspektasi peserta akan terus meningkat,” ujar Manna Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe usai melayani peserta JKN-KIS di Kantor Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (4/7/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe menggantikan sementara tugas frontliner BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan langsung kepada peserta JKN-KIS maupun masyarakat umum yang mendatangi Kantor Kabupaten BPJS Kesehatan, khususnya di Loket Fast Track (Pelayanan Cepat).

“Berinteraksi dan melayani langsung peserta JKN-KIS tentu menjadi kesan tersendiri bagi kami. Tugas frontliner sebagai garda terdepan pelayanan peserta JKN-KIS di Kantor BPJS Kesehatan memiliki tantangan tersendiri,” ucap Manna.

Menurut Manna, jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang menerapkan sistem jaminan sosial, pertumbuhan peserta program jaminan kesehatan di Indonesia terbilang amat pesat. Jika hanya dalam waktu 4 tahun, program JKN-KIS telah meng-cover hampir 80% dari total penduduk Indonesia. Sebagai pembanding, negara yang menjalankan program jaminan sosial sejak lama seperti Jerman, sekitar 120 tahun, baru meng-cover 85% populasi penduduk. Austria menjalankan selama 79 tahun dan meng-cover 99% populasi penduduk. Sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100% populasi penduduk.

“Saat ini program JKN-KIS telah menjadi program jaminan kesehatan terbesar di dunia, jika melihat jumlah kepesertaannya yang telah melampaui 198,8 juta dan dilaksanakan melalui pendekatan single payer institution. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah hingga tercapai cita-cita Universal Health Coverage (UHC) alias Cakupan Kesehatan Semesta, sehingga nantinya seluruh penduduk Indonesia akan terlindungi oleh jaminan kesehatan JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan. Oleh karenanya, semangat Duta BPJS Kesehatan untuk mengabdi pada negeri tak boleh surut. Pelayanan prima harus tetap jadi yang utama,” kata Manna.

Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe telah bekerja sama dengan 138 FKTP yang terdiri atas 83 Puskesmas, 23 Klinik Pratama, 9 Klinik TNI/POLRI, 16 Dokter Praktek Perorangan, 5 Apotik Rujuk Balik, serta 2 Laboratorium. Sementara itu di tingkat FKTRL, BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe telah bermitra dengan 18 dan Klinik Utama, 6 Apotik, dan 9 Optik. (rel/BIM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here