Polisi menangkap dua tersangka penyekapan dan pencabulan dua remaja. (layarberita.com)

LayarBerita, Lhokseumawe – Personil Reskrim Polres Lhokseumawe menangkap 2 tersangka penculikan dan pencabulan, terhadap dua remaja, di kawasan Desa Baroh Kuta Batee, Kecamatan Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara, Senin (2/7/2018) sekira pukul 14.30 WIB.  Aksi penangkapan tersangka sempat diwarnai tembakan peringatan, sebab seorang tersangka berusaha kabur dan mencoba menabrak petugas.

Adapun kedua tersangka adalah, Edi Saputra (28) dan Hendri Gunawan (25), keduanya warga Desa Baroh Kuta Batee Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara. Penangkapan keduanya berdasarkan dari korban, Aris Munandar (19) warga Ujong Baroh, Tanah Luas Aceh Utara.  Kejadian penyekapan dan pelecehan awalnya terjadi pada Minggu (1/7/2018) sekira pukul. 00.30 WIB di Desa Paya Bili Kecamatan Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara.

Berdasarkan laporan tersebut, Polisi polisi langsung menurunkan tim dan mencari pelaku. Awalnya polisi menangkap Edi Saputra, lalu dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap Hendri Gunawan. Tapi saat hendak ditangkap, Hendri Gunawan mencoba kabur, dimana saat itu dirinya sedang mengendarai mobil Toyota Avanza Nopol BK 1780 ZC warna hitam.

Namun petugas telah menghadangnya, sehingga tersangka tidak bisa kabur lagi. Personil kepolisian melakukan pencegatan dari 2 sisi, sehingga mobil tersangka terhadang.

“Melihat ini, tersangka mencoba menabrak petugas, kita terpaksa melepaskan tembakan peringatan berkali kali, guna menghentikan laju mobil tersebut,”ujar Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Budi Nasuha yang didampingi Kabag Ops Kompol Ahzan, Selasa (3/7/2018) saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe.

Personil berhasil menarik paksa tersangka dari dalam mobil dan berhasil diamankan oleh anggota Reskrim.  Penangkapan keduanya dilakukan setelah menerima laporan dari korban, Aris Munandar (19) warga Ujong Baroh, Tanah Luas Aceh Utara.

Peristiwa awalnya, saat itu korban atau pelapor  Aris (19) bersama teman wanitanya berinisial ‘kembang’ sedang melintas di desa tersebut, mengendarai sepmor Yamaha Vixion warna putih.  Tiba-tiba  diberhentikan oleh tersangka Edi ditengah jalan serta menuduh korban akan melakukan mesum.

Kemudian Edi menelepon tersangka Hendri, yang tidak lama datang kelokasi. Selanjutnya kedua tersangka membawa kedua korban ke rumah Edi yang di Desa Baroh Kuta Batee Kecamatan Meurah Mulia.  Lalu HP milik kedua korban dan sepmor milik korban Aris diambil tersangka.

Tersangka menyuruh korban mengambil BPKB sepmor tersebut, agar teman wanitanya dilepas dari sekapan. Selanjutnya korban Aris pulang ke rumah untuk mengambil BPKB. Pada saat itulah tersangka Edi memaksa korban Kembang untuk melalukan oral seks, hingga pelaku klimaks.

Selanjutnya korban Aris kembali lagi ke tempat penyekapan dan menyerahkan BPKB sepmor tersebut kepada tersangka Edi. Selanjutnya kedua tersangka mengunci pintu rumah, agar korban tidak melarikan diri. Tetapi setelah kedua tersangka pergi, korban berhasil melarikan diri dengan cara mendobrak pintu rumah tersebut. Tersangka juga telah menjual sepmor korban seharga Rp. 8 juta.

Adapun barang bukti yang diamankan petugas, 1 unit mobil Toyota Avanza Nopol BK 1780 ZC warna hitam,  1 unit sepmor Yamaha Vixion warna putih milik korban Aris, 1 unit sepmor Honda Vario warna putih milik tersangka Edi,  1 unit hp merk OPPO warna gold,  1 unit hp merk Xiaomi warna silver, 1 unit hp merk NEXCOM warna hitam, 1 unit hp merk STRAWBERRY warna merah. [red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here