Foto Gubernur Aceh, Irwandi beredar di media sosial terkait ditangkap oleh KPK. (foto /Int)

LayarBerita, Aceh – Berita ditangkapnya dua kepala daerah di Provinsi Aceh, yakni Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) begitu cepat tersiar pada Selasa malam (3/7/2018) sekira pukul 22.00 Wib.  Sejumlah media sosial dan portal berita berisikan berita kejadian tersebut begitu riuh.

Hampir semua grup media sosial di Aceh, membahas informasi ditangkapnya orang nomor satu di Aceh ini.  Apalgi informasi yang berkembang, kalau Gubernur ditangkap dengan 9 orang lainnya, yang salah satu adalah Bupati Bener Meriah.

Ditengah pro dan kontra berita tersebut, tidak lama sejumlah media massa terlihat memberitakan informasi yang belum ada sumber resmi tersebut.  Tetapi akhirnya kepastian adanya operasi tangkap tangan tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Febri Diansyah.

Menurut Febri, KPK memang telah melakukan kegiatan penindakan dari sore hingga malam di Aceh. KPK telah mengamankan 10 orang, yang terdiri dari 2 kepala daerah dan sejumlah pihak non PNS. Namun dirinya tidak merincikan siapa saja yang diamankan dalam operasi tersebut.

Sambung Febri, penangkapan dilakukan dengan dugaan sebelumnya telah terjadi transaksi yang melibatkan penyelenggara negara di tingkat Provinsi dan salah satu Kabupaten di Aceh.

“Petugas mengamankan sejumlah uang ratusan juta rupiah. Diduga merupakan bagian dari realisasi komitmen fee sebelumnya,”jelas Febri melalui whatsApp kepada layarberita.com

Saat ini, lanjutnya, tim telah berada di Polda Aceh dan melakukan pemeriksaan awal. Sesuai KUHAP, tim akan melakukan proses sampai penentuan status dalam waktu 24 jam. [red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here