BAGIKAN

LayarBerita, Lhokseumawe – Tim Pengendalian Inzflasi Daerah (TPID) Lhokseumawe dipimpin oleh Suaidi Yahya selaku Walikota bersama Yufrizal, Kepala Perwakilan Bank Indonesia dan SKPK serta instani terkait melakukan inspeksi ke beberapa pasar di Kota Lhokseumawe, Jumat (11/05/2018).

Isnpeksi tersebut dilakukan untuk memastikan harga komoditas pangan berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah.

Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe Yufrizal mengatakan, berdasarkan kajian Bank Indonesia berdasarkan data BPS, dalam 5 tahun terakhir beberapa komoditas pangan selalu mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi, terutama pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri di Lhokseumawe.

Komoditas tersebut antara lain daging sapi, cabai merah, beras, daging ayam ras  dan bawang merah, jelasnya.

Momentum hari besar keagamaan, khususnya bulan Ramadhan dan Idul Fitri memang mendorong kenaikan permintaan barang dan jasa yang menyebabkan kenaikan harga. Pada periode tersebut, inflasi Kota Lhokseumawe rata-rata mencapai 1,00% (mtm).

“Hal inilah yang mendorong TPID untuk menyusun langkah konkrit mengatasi gejolak harga selama periode tersebut,” sebutnya

TPID Lhokseumawe senantiasa berupaya menjaga kestabilan harga barang dan jasa dengan 4K yaitu, ketersediaan barang kebutuhan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi barang, dan komunikasi untuk menjaga ekspektasi masyarakat. (IqBro)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here