BAGIKAN
Pelatihan penyidikan yang dilakukan oleh prajurit Pomdam IM.

LayarBerita, Banda Aceh –  Guna meningkatkan kemampuan dan ketrampilan prajurit Polisi Militer untuk memahami dan mampu menghadapi tugasnya.  Seluruh personel Polisi Militer Kodam Iskandar Muda melaksanakan latihan Teknis Penyidikan Tahun 2018, di Mapondam IM, Banda Aceh. Jumat (4/5/2018). Latihan Teknis Penyidikan dibuka langsung oleh Danpomdam IM Kolonel Cpm Zulkarnain, SH.

Menurut Danpomdam, latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para prajurit. Sehingga memahami dan mampu menjalankan dan menghadapi tugas pokok fungsi POM, khususnya di bidang penyidikan dan Prosesing Pengurusan Tahanan Keadaan Bahaya/Operasi Militer.

“Fungsi penyidikan merupakan salah satu bentuk operasi Pomad, yaitu Operasi  Yustisi yang digelar untuk menangani perkara, baik itu tindak pidana maupun pelanggaran  yang dilakukan oleh Prajurit TNI, pada umumnya dan TNI AD pada khususnya,”ujar Zulkarnain.

Lanjutnya, kegiatan Latnis Iidik ini merupakan latihan satuan yang terprogram dan diselenggarakan sesuai dengan kalender latihan Pomdam IM, yakni sekali dalam setiap tahun. Latihan dimulai dari pembekalan, teori lalu dilanjutkan dengan praktek di lapangan selama 3 hari.

Adapun materi yang dilatihkan sesuai direktif dari Komando atas yaitu,  cara mendatangi TKP, materi ini mencakup latihan teknis  mendatangi TKP serta tahapan tahapan tindakan yang dilakukan di TKP.  Yaitu dimulai dari pertolongan pertama di TKP, menutup dan mengamankan TKP, pengukuran di TKP, pencatatan dan penggambaran atau membuat sket bagan di TKP, pendataan saksi, pencarian dan pengumpulan barang bukti serta pemotretan di TKP.

Materi selanjutnya adalah Gelar Perkara dan pemberkasan berkas perkara.  Gelar Perkara dilakukan salah satunya apabila menemukan hambatan.  Sehingga kendala yang dihadapi dapat ditentukan, apakah peristiwa tersebut dapat dilanjutkan untuk diproses sebagai tindak pidana atau tidak.  Atau perkaranya di kumplin maupun di tupra oleh Papera demi kepentingan hukum, umum dan Militer.

Sedangkan pada materi Pemberkasan perkara memuat latihan tentang  bagaimana proses membuat dan menyusun Berkas Perkara yang memenuhi dengan syarat materiil dan formil.

Materi terakhir dalam Latnis Idik ini adalah Prosesing Pengurusan Tahanan Keadaan Bahaya/Operasi Militer yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu, Bagian Penerimaan Tahanan Operasi,Prosesing Tahanan Operasi, Pemotretan Tahanan Operasi, Pengambilan Sidik Jari Tahanan Operasi dan pencatatan Tahanan Operasi.

“Latihan Tehnis Penyidikan dan Pengurusan Tahanan Keadaan Bahaya/Operasi Militer ini untuk menunjang petugas Polisi Militer Angkatan Darat agar lebih profesional dan handal, sehingga tidak ada keragu-raguan dalam mengambil tindakan penanganan kasus  atau perkara di lapangan,” tutup Danpomdam IM. [rel]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here