BAGIKAN
Ilustrasi

LayarBerita, Lhokseumawe – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lhokseumawe, menetapkan Bos PT AR berinisial RA, Rabu (2/5/2018) sebagai tersangka atas meninggalnya seorang tenaga kontrak perusahaan tersebut.  Penetapan tersangka setelah dilakukan penyelidikan serta memeriksa sejumlah saksi selama satu bulan.

Menurut Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim, AKP Budi Nasuha Waruwu, direktur PT AR dinilai telah melanggar Pasal 359.  Sehingga karena kelalaiannya, menyebabkan orang lain meninggal dunia, yang terjadi Sabtu (31/3/2018) pagi sekitar pukul 09.30 WIB, lalu.

“Hari ini kita menetapkan pemilik dan direkur PT AR atas nama RA sebagai tersangka. Penetapan tersangka dalam perkara meninggalnya tenaga kontrak PT AR atas nama Muhammad Yahya yang meninggal dunia saat bekerja. Saat itu korban sedang memperbaiki trafo MD 63 milik PT PLN Rayon Kota Lhokseumawe,”ujar Budi.

Setelah kejadian, sambungnya, pihak penyidik melakukan serangkaian tindakan kepolisian.  Seperti melakukan pemeriksaan saksi, penyitaan dokumen serta gelar perkara.  Dari rangkaian ini, akhirnya polisi menetapkan bahwa direktur PT AR menjadi tersangka.

Seperti berita sebelumnya, seorang pekerja, Muhammad Yahya meninggal saat memperbaiki jaringan listrik di Kawasan Cunda, Lhokseumawe, Sabtu (31/3/2018) sekira pukul  09.08 WIB, diduga ada kesalahan prosedur. Pekerjaan penggantian Arrester trafo ternyata tidak memiliki working permit (izin bekerja) serta tidak diketahui oleh Supervisor Teknik maupun Manajer Rayon Lhokseumawe Kota.

Informasi hal ini diketahui langsung melalui keterangan dari Manager Rayon Lhokseumawe Kota, Muhktar Juned. Hasil investigasi dilokasi pihaknya disimpulkan bahwa, Rusli yakni Direktur PT. Ari Pratama, memberi informasi ke Koordinator Yantek bahwa FCO trafo MD68 dilepaskan karena ada pekerjaan pemasangan Arrester di body trafo. [red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here