Ilustrasi terdakwa saat dibawa ke mobil tahanan sebelum dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan), Rabu (16/11/2017) lalu. (ist)

LayarBerita, Banda Aceh – Majelis Hakim  Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Banda Aceh telah menjatuhkan vonis terhadap tiga terdakwa tindak pidana korupsi pelaksanaan pekerjaan pengadaan dan penanaman pohon pada Kantor Lingkungan Hidup, Pertamanan dan Kebersihan Kabupaten Pidie Jaya (KLHPK) Tahun Anggaran 2014, yakni drh. H. Sofyan Bin Mansur, Husna Binti M. Husin dan Jailani Bin M. Husin, Senin (30/4/2018).

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim PN Tipikor Banda Aceh menyatakan ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Baca: Kejari Pidie Jaya Jebloskan Tiga Tersangka Kasus Korupsi ke Rutan.

drh. H. Sofyan Bin Mansur, mantan Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Pertamanan, dan Kebersihan Kabupaten Pidie Jaya itu
divonis selama 5 tahun 6 bulan penjara terdakwa tetap ditahan dengan denda sebesar Rp200 juta, subsidair 2 bulan kurungan.

Sedangkan terdakwa Husna Binti M. Husin, Direktris CV. Citra Arif, divonis selama 4 tahun penjara dengan denda Rp200 juta, ubsidair 2 bulan kurungan.

Sementara terdakwa Jailani Bin M. Husin, pelaksana lapangan CV. Citra Arif, divonis selama 6 tahun dengan denda Rp200 juta, subsidair 2 bukan kurungan, serta diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp227.298.300 kepada negara.

Bila dalam waktu 1 bulan sesudah adanya putusan tetap, terpidana Jailani Bin M. Husin tidak membayar uang pengganti, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Jika dalam hal terdakwa/terpidana tidak mempunyai harta benda yg mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun.

Terhadap amar putusan Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi tersebut, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Pidie Jaya menyatakan pikir-pikir.

Kepala Kejaksaan Negeri Pidie Jaya Basuki Sukardjono, SH, MH, melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pidie Jaya Abdul Kahar, SH, MH, yang dihubungi LayarBerita.com, membenarkannya.

“Iya benar, pihaknya menyatakan pikir-pikir dulu atas amar putusan yang ditetapkan oleh Majelis Hakim PN Tipikor Banda Aceh terhadap ketiga tepidana korupsi pelaksanaan pekerjaan pengadaan dan penanaman pohon pada Kantor Lingkungan Hidup, Pertamanan dan Kebersihan Kabupaten Pidie Jaya Tahun Anggaran 2014,” sebut Abdul Kahar. (BIM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here