LayarBerita, Jakarta – Dua terpidana kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) Pembangunan Pasar Pagi Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Tahun 2011, yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), berhasil ditangkap, Jumat (27/4/2018) dinihari tadi.

Kedua terpidana TM Iqbal bin T Anwar Ali dan Suryadi bin Muhammad Ali, ditangkap di apartemen Grand Palace Tower B lantai 9 DB kelurahan Gunung Sahari, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat oleh Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh yang dipimpin Asisten Intelijen Mukhlis, SH, dibantu Tim Intelijen Kejaksaan Agung.

Dua DPO Terpidana korupsi

 

Kepala Kejasaan Tinggi Aceh DR Chaerul Amir, SH, MH melalui Asisten Intelijen Mukhlis, SH yang dihubungi LayarBerita.com, Jumat (27/4/2018) membenarkannya.

“Ya, kedua terpidana kita tangkap di apartemen Grand Palace Tower B lantai 9 DB kelurahan Gunung Sahari, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (27/4/2018) dinihari tadi,” sebutnya.

Dijelaskan Mukhlis, setelah ada putusan dari Mahkamah Agung RI pada tahun 2017, pihak Kejari Kuala Simpang telah melakukan pemanggilan secara patut terhadap kedua terpidana, namun keduanya tidak mengindahkannya, sehingga dikeluarkannya Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Setelah DPO sekian bulan, pihaknya mendapatkan informasi keberadaan kedua terpidana. Dan pada Kamis (26/4/2018), pihaknya melaporkan dan mengajukan permohonan bantuan penangkapan kepada Jaksa Agung Muda Intelijen melalui Adhyaksa Monitoring Center. Alhamdulillah pada Jumat dinihari tadi keduanya berhasil kita tangkap,” terang Mukhlis.

Setelah ditangkap, kedua terpidana dibawa dan dititipkan sementara di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, imbuhnya.

Bersadarkan putusan Mahkamah Agung RI, TM Iqbal bin T Anwar Ali diputus selama 8 tahun dan Suryadi bin Muhammad Ali diputus selam 5 tahun penjara. (BIM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here