BAGIKAN

LayarBerita, Lhokseumawe – Ketua Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Ridwan Hadi, SH, Kamis (12/4/2018) siang bertempat di Sekretariat KIP Kota Lhokseumawe, menggelar konferensi terkait penangkapan Ketua KIP Kota Lhokseumawe Syahrir M Daud yang akrab disapa Tgk Matang  atas dugaan penyalahgunaan narkotika beberapa waktu lalu.

Dalam konferensi pers tersebut, Ridwan Hadi mengatakan bahwa pasca merebaknya informasi tentang tertangkapnya Ketua KIP Lhokseumawe, maka KIP Aceh segera laporan dari KIP Kota Lhokseumawe terkait kebenaran informasi tersebut.

Oleh KIP Aceh, laporan dari KIP Lhokseumawe diteruskan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia di Jakarta. Dan KPU RI memerintahkan KIP Aceh untuk melakukan klarifikasi laporan tersebut, sebut Ridwan Hadi.

“Pagi tadi sekitar pukul 11.00 WIB, saya didampingi Komisioner KIP Lhokseumawe mendatangi Markas Polres Lhokseumawe untuk menjenguk langsung Ketua KIP Lhokseumawe Syahrir M Daud yang ditahan atas dugaan penyalahgunaan narkotika. Alhamdulillah, setelah menyampaikan maksud dan tujuan, pihak Polres mengizinkan kita untuk menjenguknya,” ujar Ridwan Hadi.

Dan hasilnya akan segera dilaporkan kembali ke KPU RI, tambahnya.

Ada dua hal yang akan disampiakan ke KPU dari hasil supervisi tadi, yaitu pertama bahwa benar Ketua KIP Kota Lhokseumawe tersandung kasus dugaan penyalahgunaan narkotika, dan kedua bahwa benar yang bersangkutan ditahan di Mapolres Lhokseumawe atas dugaan kasus yang menjeratnya, jelas Ridwan Hadi.

Sebelumnya, setelah menerima laporan dari KIP Kota Lhokseumawe soal kasus tersebut, KIP Aceh menggelar rapat pleno, dan dengan pertimbangan bahwa Syahrir M Daud berhalangan tetap, maka perlu ditunjuk pelaksana harian (Plh) untuk melanjutkan keberlangsungan administrasi KIP Kota Lhokseumawe.

Untuk diketahui, hingga saat ini jabatan Ketua KIP Kota Lhokseumawe masih dijabat oleh Syahrir M Daud. Sedangkan Plh adalah saudara Abdul Hakim, anggota Komisioner KIP Lhokseumawe.

Terkait pemberhentian Ketua KIP, Ridwan Hadi menyebutkan bahwa itu adalah wewenangnya KPU RI, KIP Aceh sebatas menyampaikan hasil kalrifikasi. Jadi belum ada PAW. Diberhentikan saja belum, ujar Ridwan Hadi menjawab banyaknya pertanyaan ke dirinya soal PAW.

“Kita tunggu hasil rapat pleno KPU RI terkait hal itu, dan hasilnya akan kita sampaikan ke kawan-kawan wartawan,” pungkas Ridwan Hadi. (BIM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here