BAGIKAN
Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, menjelaskan kasus penculikan yang terjadi di wilayah hukumnya. (layarberita.com)

LayarBerita, Aceh Utara –  Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Utara, berhasil menangkap 3 pelaku penculikan dari 7 orang yang diduga terlibat.  Sementara itu, 3 orang diantaranya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).  Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, dari para pelaku.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin dalam konferensi pers kepada wartawan, Kamis (5/4/2018) mengatakan, kasus penculikan diduga kuat terkait utang piutang terkait narkotika.  Sejauh ini pihaknya telah menangkap tiga pelaku serta mengamankan sejumlah barang bukti.

“Sejauh ini sudah tiga pelaku kita amankan.  Pelaku diketahui berjumlah sekitar 7 orang.  Jadi tiga lagi masuk DPO kita.  Sedangkan seorang lagi telah ditangkap oleh Poles Aceh Tengah dalam kasus berbeda,”terang Ian Rizkian yang didampingi Kasat Resrim dan Kasubbag Humas.

Pengungkapan kasus ini awalnya dari laporan Erlina (41) warga Desa Alue Drien, Lhoksukon, Kamis (22/2/2018).  Adapun yang menjadi korban penculikan Junaidi (45) alias Abu.  Penculikan terjadi Rabu (21/2/2018)

Barang bukti dari pelaku penculikan (layarberita.com)

Kejadian penculikan di Desa pukul 20.30 Wib di Desa Alue Jamok, Kecamatan Baktiya, yang dilakukan oleh 7 orang pelaku dengan menggunakan satu unit mobil avanza nopol BL 265 D.

“Motif penculikan diduga terkait utang piutang terkait penggunaan narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 2 kg yang dilakukan oleh korban.  Sehingga pelaku menculik korban dan meminta uang tebusan Rp500 juta sebagai ganti rugi sabu-sabu,”terang Ian.

Lanjut Kapolres, korban diculik di jalan tanggul Desa Alue Jamok pada saat berboncengan dengan Basri, kabur dengan sepeda motor. Korban dimasukkan dalam mobil, lalu mata dan mulut ditutup dengan lakban kuning, serta tangan diikat ke belakang dengan tali nilon warna kuning.

Korban juga dipukul dengan kayu bulat dan disekap di rumah M Yakob Yahya (tertangkap) serta ditodong dengan senjata air softgun.

Mendapat laporan, petugas langsung melakukan penyidikan dan mengejar para pelaku. Pelaku pertama yang berhasil ditangkap, pemilik rumah tempat disekap, M Yakop, Jumat (23/2/2018).  Penangkapan pelaku setelah dipancing membayar tebusan Rp150 juta.

Empat hari kemudian, Selasa (27/2/2018) sekira pukul 17.00 Wib polisi menangkap Muzakir di Desa Glok, Syamtalira Aron. Dari keterangan tersangka diakui yang ikut dalam penculikan, Walet, Kobra, Muzakir, Usman, Puteh, Zakir Glp 7 dan Hasan.

Polisi terus melakukan pengejaran terhadap para tersangka, sehingga Kamis (22/3/2018) sekira pukul 16.00 Wib, polisi menangkap Aris Munandar alias Walet.

“Sejauh ini sudah 3 pelaku ditangkap dan 3 lainnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).  Sementara seorang lagi telah ditangkap di Polres lainnya dalam kasus yang berbeda,”ucap Ian.

Adapun barang bukti yang diamankan dari pelaku, satu unit mobil avanza warna hitam BK 1602 DC, satu kayu bulat, satu pucuk senjata airsoftgun, seutas tali nilon.  Fokus awal Polisi kini pada kasus narkoba seiring dengan kasus penculikan.

“Pelaku dijerat dengan pasal 328 jo pasal 333 jo pasal 55 jo pasal 56 KUHPidana tentang kejahatan terhadap kemerdekaan seseorang dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,”terang Kapolres Aceh Utara. [red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here