BAGIKAN
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kota Lhokseumawe, Halimuddin ditahan penyidik Kejaksaan Negeri Lhokseumawe ke Lembaga Pemasyaratakan Klas II A Lhokseumawe. (layarberita.com)

LayarBerita, Lhokseumawe – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kota Lhokseumawe, Halimuddin ditahan penyidik Kejaksaan Negeri Lhokseumawe ke Lembaga Pemasyaratakan Klas II A Lhokseumawe.

Halimuddin ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka atas dugaan korupsi Fasilitasi Pengembangan UKM dari sumber APBK Perubahan Lhokseumawe tahun 2015, Kamis (15/3/2018) siang.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kota Lhokseumawe, Halimuddin ditahan penyidik Kejaksaan Negeri Lhokseumawe ke Lembaga Pemasyaratakan Klas II A Lhokseumawe.(layarberita.com)

Pantauan LayarBerita.com, Halimuddin didampingi kuasa hukumnya,  Mulyadi SH, keluar dari ruangan Seksi Pidana Khusus dikawal Kasi Pidsus,  Syaiful Amri SH dan  jaksa penyidik Almuhajir SH, langsung dibawa ke Lapas dengan menggunakan mobil Kejaksaan Negeri Lhokseumawe.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe Mukhlis SH melalui Kasi Pidsus Syaiful Amri, Halimuddin ditahan sampai 20 hari ke depan untuk memudahkan proses penyidikan lebih lanjut.

“Tim Penyidik sudah memiliki dua alat bukti kuat untuk menetapkan Halimuddin sebagai tersangka.  Untuk memudahkan proses penyidikan lebih lanjut, dia kita tahan sampai 20 hari ke depan di Lapas Klas IIA Lhokseumawe.  Berkasnya segera dirampungkan untuk dilimpahkan ke pengadilan,” jelas Syaiful.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kota Lhokseumawe, Halimuddin ditahan penyidik Kejaksaan Negeri Lhokseumawe ke Lembaga Pemasyaratakan Klas II A Lhokseumawe.(layarberita.com)

Ditambahkan Syaiful, selama pemeriksaan, tersangka dicecar dengan sekitar 60 pertanyaan, mulai dari perencanaan hingga mekanisme penyaluran bantuan.  Penahanan dilakukan karena dinilai tersangka tidak kooperatif selama pemeriksaan.

Sementara kuasa hukum tersangka Mulyadi SH mengatakan, kliennya diperiksa mulai pukul 10.00 WIB dan di cecar dengan sekitar  40 pertanyaan oleh penyidik terkait kasus bantuan untuk UKM tahun 2015.

Mulyadi menambahkan, Halimuddin ditahan selama 20 hari ke depan, dan dirinya belum mengajukan permohonan penangguhan tahanan, karena  belum ada permintaan dari tersangka.

Untuk diketahui, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kota Lhokseumawe, Halimuddin, diperiksa oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri Lhokseumawe dan pada tanggal 28 November 2017.

Penetapan sebagai tersangka atas dugaan korupsi program Fasilitasi Pengembangan UKM senilai Rp745 juta lebih yang bersumber dari APBK Perubahan tahun 2015. Informasinya usulan penahanan telah diajukan oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe.  Namun sepertinya tim dari kejaksaan tidak menggubris usulan tersebut.  (bim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here