Ilustrasi. Pemasangan listrik prabayar oleh petugas PLN

LayarBerita, Lhokseumawe – Perusahaan Listrik Nasional (PLN) Area Lhokseumawe menargetkan 100 persen pelanggan pengguna listrik prabayar di wilayah kerjanya pada tahun 2019, yang meliputi Kabupaten Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Target tersebut dalam rangka melaksanakan program PLN Wilayah Aceh yang menargetkan 100 persen pelanggan menggunakan listrik prabayar pada tahun 2020 mendatang.

Hal itu dikatakan Manajer PT PLN Area Lhokseumawe Arif Purnomo kepada LayarBerita.com, Senin (12/3/2018).

Ditambahkan Arif, untuk mewujudkan progrma tesebut, pihaknya  akan melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat hingga Geuchik (kepala desa-red).

“Pada tahun 2018 ini, PLN Area Lhokseumawe menargetkan 23 persen pertambahan pelanggan migrasi dari paskabayar menjadi listrik prabayar, dengan besaran lebih kurang 105.074 pelanggan, yaitu 29.590 pelanggan di Kabupaten Bireuen, 12.729 pelanggan di Aceh Utara 25.230 pelanggan di Bener Meriah, 26.404 pelanggan di Aceh Tengah, dan 11.121 pelanggan di Kota Lhokseumawe,” jelasnya.

Hingga akhir Februari 2018, jumlah pelanggan yang tercatat di PLN Area Lhokseumawe sebanyak 409.160 pelanggan, dimana 160.373 pelanggan sudah menggunkan listrik prabayar, imbuh Arif.

Lwbih lanjut dikatakannya, banyak manfaat menggunakan listrik prabayar bagi pelanggan, diantaranya tidak dikenakan biaya beban, dapat mengendalikan pemakaian listrik (token listrik dapat dibeli dengan pecahan mulai Rp20.000), token listrik tidak ada masa kadaluarsa dan tidak ada sanksi denda keterlambatan ataupun pemutusan tunggakan rekening listrik. Sehingga PLN dapat menekan biaya pemutusan tunggakan rekening listrik.

Bagi pemerintah daerah, penggunaan listrik prabayar dapat menjamin kelancaran penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari pajak penerangan jalan (PPJ), pungkas Arif. (BIM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here