BAGIKAN
Napi kasus narkotik ditangkap sat reskrim Polres Lhokseumawe saat sedang berada di luar lapas. (layarberita.com/ryd)

LayarBerita, Lhokseumawe –  Seorang narapidana kasus narkotik yang sedang menjalani hukuman di Lapas Klas II A Lhokseumawe, ditangkap Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe, Rabu (21/2/2018) malam.  Napi yang berinisial AK (20) ditangkap di kawasan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, sedang naik sepeda motor.

Kepala Bagian Operasi Polres Lhokseumawe, Kompol Ahzan, kepada wartawan, Kamis (22/2/2018) mengatakan, penangkapan berawal berawal dari informasi warga, terkait seorang napi yang berkeliaran di luar Lapas.  Dari informasi ini pihak polisi menurunkan petugas untuk melakukan pengintaian.

“Napi ini dihukum karena kepemilikan narkotik jenis sabu, dengan barang bukti satu ons. Putusan pengadilan terhadapnya dengan hukuman 5 tahun penjara.  Napi ini baru menjalani hukuman sekitar satu tahun setengah,” ujar Ahzan yang didampingi Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu saat konferensi pers di Polres Lhokseumawe.

Menurut Kabag Ops, kejadian berkeliarannya Napi di luar Lapas bukan yang pertama.  Bahkan Napi tersebut saja diketahui sudah tiga kali keluar Lapas dengan bebas.  Modus napi tersebut bisa bebas keluar lapas dengan memberikan uang kepada petugas jaga (sipir). Napi ini mengaku membayar sipir Rp500 ribu untuk bisa keluar dari Lapas, selama 8 jam.

Narapidana (Napi) Lapas Klas II A Lhokseumawe berinisial AK (20) mengaku membayar sebesar Rp500 ribu kepada petugas sipir untuk bisa keluar dari rumah tahanan pada malam hari selama delapan jam.

“Dengan membayar Rp500 ribu kepada petugas sipir, diberi waktu keluar Lapas dari pukul 22.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB subuh,” ujar AK saat ditanya wartawan.

Pengakuan Napi ini, dirinya sudah tiga kali keluar Lapas.  Tetapi hal tersebut tidak bisa dilakukan setiap malam, sebab tergantung sipir yang bertugas, jelasnya lebih lanjut.

“Jadi waktu-waktu tertentu saja, sebab tidak semua sipir bisa diajak kerjasama,” katanya.

Menurut Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu, Napi tersebut keluar Lapas untuk transaksi narkotik jenis sabu-sabu. SEdangkan pembayaran kepada sipir diberikan setiba di lapas, yakni dari hasil penjualan sabu yang dilakoni oleh Napi tersebut.

“Ada tiga nama sipir yang sudah kita kantongi, tapi indentitasnya masih kita rahasiakan. Proses pemeriksaan terhadap sipir akan kita lakukan,” kata Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu.

Budi menambahkan, pada tahun 2018 ini, sudah tiga Napi yang berhasil kabur dari Lapas Klas II A Lhokseumawe, dua dinataranya berhasil di tangkap, sementara satu lagi masih buron. Hal tersebut terjadi disebabkan adanya dugaan permainan pihak Napi dengan petugas lapas.

“Sipir akan kita jerat dengan pasal 426 ayat 1 dan 2, yakni dengan ancaman hukuman 4 tahun.  Sementara Napi AK, akan kita diskusikan terlebih dulu dengan masa tahanannya,” terang Budi. [red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here