Prosesi hukuman cambuk kepada pelanggar Qanun Aceh, digelar di Halaman Islamic Centre Lhokseumawe, Selasa (20/2/2018). (layarberita.com)

LayarBerita, Lhokseumawe  –  Kejaksaan Negeri Lhokseumawe kembali menggelar eksekusi hukuman cambuk terbuka kepada tiga terpidana yang melanggar  Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, Selasa (20/2/2018).  Total jumlah humuman cambuk kepada tiga terpidana sebanyak 169 kali, bertempatdi halaman Mesjid Islamic Centre Lhokseumawe.

Adapun terpidana yang dikenakan hukuman cambuk, Heri Wibowo bin Usman melakukan perbuatan maisir (judi) dan dikenakan hukuman sebanyak 34 kali cambukan.  Namun sesuai aturan, terpidana telah ditahan selama 90 hari, sehingga uqubat cambuk terhukum dikurangi 3 kali. Sehingga terhukum dikenakan cambukan sebanyak 31 kali di depan umum.

 

Terhukum kedua, Reza Fautifar bin Medi Saifuddin, juga tersandung kasus yang sama yakni maisir.  Terpidana juga telah ditahan sejak masa penangkapan hingga putusan selama 90 hari.  Sehingga terhukum juga dikenakan cambuk sebanyak 31 kali.

Sementara itu terhukum ketiga, M Jufrizal alias Ate bin M Yacob, melakukan Jarimah Zina terhadap anak, dengan hukuman Uqubat Hudud cambuk sebanyak 100 kali dan ditambah Uqubat Ta’zir sebanyak 10 kali.  Terhukum juga telah ditahan selama 95 hari, sehingga uqubat cambuk dikurangi 3 kali.  Sehingga terpidana dikenakan hukuman sebanyak 107 kali cambukan.

Prosesi hukuman cabuk yang keempat ini terlihat kurang ramai dikunjungi oleh masyarakat.  Namun sejumlah petugas keamanan terlihat tetap melakukan penjagaan disekitar lokasi.  Proses eksekusi dimulai sekitar pukul 14.30 Wib dan selesai sekitar pukul 16.00 Wib dan berjalan lancar dan aman. [red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here