Panglima TNI Hadi Tjahjanto (int)

LayarBerita, Jakarta – Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menilai bahwa salah satu ancaman bagi Indonesia adalah masalah teknologi (cyber). Hal ini terlihat dari banyaknya berita-berita yang dapat mempropaganda seseorang.

“Kita mengantisipasi ancaman cyber tadi. Kita lihat perkembangan ilmu pengetahuan digitalisasi,” kata Panglima TNI..

Menjadi masalah serius, bila kondisi tersebut malah melahirkan bibit-bibit terorisme. Apalagi, polanya adalah lonewolf, atau aksi teror perorangan, sehingga harus betul-betul menjadi perhatian pemerintah, termasuk tingkat pemda.

Kepala Badan Nasional Penganggulangan Teroris (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius, mengatakan bahwa lonewolf ini adalah anak-anak muda yang terkena brainwashinh (cuci otak) dari internet/gadget. Maka itu, pihak BNPT punya program merangkul anak pemuda sebagai duta damai.

“Supaya menyebarkan pesan damai,” kata dia.

Dalam acara Rakor tersebut, Suhardi menyatakan, telah melakukan sharing dengan para pejabat pemda terkait isu dan tantangan tersebut. Di antaranya, mereka yang baru kembali dari Suriah, ada di tengah-tengah masyarakat.

“Kami mengingatkan para gubernur dan pejabat lainnya, tolong dipantau, jangan sampai dimarjinalkan, karena khawatir akan kembali pada ideologi kekerasan,” tambahnya. [kemendagri.go.id]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here