BAGIKAN
Konferensi pers penangkapan peracik pil ekstasi.

LayarBerita, Lhokseumawe – Penyalahgunaan narkotika tampaknya kian meresahkan di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.  Sejauh ini berbagai jenis narkotika serta pelaku telah ditangkap pihak Polres Lhokseumawe. Kali ini, Satuan Narkoba kembali menggerebek lokasi pembuatan pil ekstasi di kawasan Desa Keude Bayu, Aceh Utara, Kamis (8/2/2018).

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Narkoba, Iptu Zeska Julian menjelaskan, pengungkapan lokasi pembuatan ekstasi tersebut berawal dari laporan masyarakat.  Apalagi disekitar keude bayu diduga kerap terjadi transaksi jual beli ekstasi.

“Informasi yang kita peroleh, dilokasi Keude Bayu, beberapa pemuda kerap dilakukan transaksi jual beli narkotika jenis ekstasi,” ujar Iptu  Zeska, Senin (12/2/2018) dalam konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe.

Lanjut Kasat Narkoba, menindak lanjuti laporan masyarakat tersebut, pihaknya menurunkan petugas ke lapangan dengan melakukan penyamaran. Upaya penyamaran berhasil, polisi berhasil menangkap 4 tersangka peracik pil ekstasi dan pengedar dengan inisial, Mur (22), Awi (21), Mal (33) dan Yan (59), yang semuanya warga Aceh Utara.

“Saat digeledah terhadap salah seorang tersangka Mur, petugas berhasil menemukan 21 butir pil ekstasi di saku celananya,”terang Zeska.

Lalu petugas melakukan pengembangan, terhadap tersangka Mal dan Yan.  Dari sana ditemukan alat pembuatan pil ekstasi serta 107 butir pil ekstasi siap edar. Selain itu juga ditemukan 1 paket sabu 0,29 gram. Sabu ini digunakan para pelaku sebagai salah satu bahan untuk pembuatan pil ekstasi.

“Pengakuan tersangka, pembuatan ekstasi sudah berjalan satu bulan.  Sedangkan wilayah edarnya Aceh utara dan Lhokseumawe. Sedangkan campuran ekstasi, dari parasetamol, sabu, ganja, alkohol serta campuran lainnya,”lanjut Zeska.

Adapun barang bukti yang diamankan, 128 butir pil ekstasi, sabu, timbangan elektrik, mal besi pencetak pil ekstasi, satu set lesung (batu penggiling), dua sepeda motor, empat unit HP serta enam butir amunisi aktif jenis FN.

“Tersangka dan barang bukti sudah kita amankan untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Mereka terancam hukuman minimal lima tahun penjara,” tegas Kasat Narkoba. [red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here