LayarBerita, Lhokseumawe – Setelah melalui pembahasan yang cukup panjang, akhirnya Rancangan Qanun Hari Jadi Kabupaten Aceh Utara, disahkan oleh DPRK Aceh Utara. Pengesahan tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan III tahun sidang 2017, Senin (18/12/2017).

Rapat paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua, Abdul Mutalib dan Mulyadi CH yang dihadiri oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf dan sejumlah pejabat lainnya serta anggota DPRK Aceh Utara. Dalam rapat paripurna tersebut, semua fraksi yang ada di DPRK Aceh Utara menyetujui Rancangan Qanun Hari Jadi Kabupaten Aceh Utara menjadi Qanun.

Dari laporan Gabungan Komisi A, B, C, D dan E DPRK Aceh Utara, menjelaskan bahwa proses pembahasan rancangan qanun telah dilakukan dalam waktu yang lumayan lama. Setelah melewati sejumlah proses, yakni dengan mencari, melacak fakta sejarah, melalui konsultasi dan juga koordinasi berbagai dengan pihak, maka ditetapkan bahwa Hari Jadi Kabupaten Aceh Utara ditetapkan dengan mengambil tanggal wafatnya Ratu Nahrisyah, yakni 7 September 1226.

Menurut pendapat Gabungan Komisi, penetapan tanggal Milad atau lahirnya Aceh Utara diambil dari wafatnya Ratu Nahrisyah, mengingat fakta sejarah. Dimana Ratu Nahrisyah merupakan suatu pimpinan kerajaan Islam yang berlokasi di Aceh Utara. Apalagi mengingat kerajaan Islam yang pertama di tanah air ada di Aceh Utara. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here