BERBAGI
Sebanyak 400 penabuh rapai urouh unjuk kebolehan di Lapangan Hiraq Lhokseumawe. (layarberita.com)

LayarBerita, Lhokseumawe Salah satu kesenian Aceh, yakni Rapai Urouh, yang mulai ‘tenggelam’, kini mulai dilestarikan kembali.  Bahkan kini telah ditambalkan menjadi ikon seni budaya Kota Lhokseumawe.  Hal ini ditandai dengan launching Rapai yang diikuti oleh 400 penabuh, di Lapangan Hiraq Lhokseumawe, Minggu (12/11/2017) sore.  Kegiatan itu digelar oleh Dewan Kesenian Aceh (DKA) dengan menghadirkan 26 grup dari tiga kecamatan di Kota Lhokseumawe.

“Kita sengaja menjadikan Rapa-i Uroh sebagai ikon Kota Lhokseumawe karena, rapa-i tersebut lebih tenar dan terkenal dikalangan masyarakat dari pada rapai dike dan rapai gantung,” ujar Ketua DKA Kota Lhokseumawe, Nazaruddin usai pembukaan kegiatan di Lapangan Hiraq, Lhokseumawe.

Sambungnya, alasan memilih Rapa’i Urouh  sebagai ikon seni budaya Lhokseumawe, sebab kini telah mulai tumbuh komunitas rapai di sejumlah gampong di Kota Lhokseumawe.  Selain itu rapai memiliki seni dan keunikan tersendiri bagi masyarakat Aceh.  Terlebih jika rapai dipadu dengan aksi debus atau top dabouh, yakni aksi mempertontonkan kekebalan terhadap senjata tajam.

“Saya berharap, pagelaran hari ini tahun 2018 nanti bisa memecahkan rekor MURI.  Untuk itu kita mohon dukungan semua pihak, agar ke depan kegiatannya lebih baik dan lebih besar lagi,”ucapnya.

Acara launching tersebut dihadiri oleh Manager MURI Andre Purwandono, Wakil Walikota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad, Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Kav Fadjar Wahyudi Broto, Kajari Lhokseumawe, Mukhlis SH serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.

Sementara itu, saat aksi 400 penabuh rapai telah dimulai, tampau warga mulai memenuhi sekitar lokasi acara.  Meski mendapat perhatian warga untuk hiburan, namun dinilai acara kurang promosi dan persiapan.  Masyarakat banyak yang tidak mengetahui akan ada launching rapai urouh tersebut.  Malah terlihat, lokasi acara juga kurang tertata dengan baik.  Para penabuh hanya duduk beralas plastic seadanya. [red]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here